Selain itu, peningkatan kualitas SDM juga dianggap sebagai kunci utama keberhasilan koperasi.
“Pengelola koperasi harus terus dibekali pelatihan. Tanpa SDM yang kuat, koperasi bisa rapuh,” imbuhnya.
Firnandi berharap Program Koperasi Merah Putih benar-benar menjadi solusi nyata bagi pembangunan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurutnya, kesuksesan program ini bergantung pada perencanaan yang matang, kerja sama lintas sektor, serta semangat inovatif dari para pelaku usaha desa.
“Kalau ketiga aspek ini bisa dijaga, koperasi bisa tumbuh menjadi tulang punggung ekonomi baru di pedesaan,” tutupnya. (adv)
Tag



