Dari peningkatan suhu ini berdampak pada bencana iklim. Dicky menjelaskan, pada data sepanjang 2023 misalnya, di Indonesia ada sekitar 5.400 bencana terjadi.
Gempa bumi terjadi 31 kali dan empat kali letusan gunung merapi. Sisa bencana lain adalah bencana iklim seperti kebakaran hutan, banjir, longsor, kekeringan, cuaca ekstrem, dan sebagainya.
Artinya, hal ini mengkhawatirkan. Sehingga, perlu langkah pasti untuk membuat dunia bekerja dengan energi-energi ramah lingkungan.
Maka dari itu, inovasi seperti Kobra menjadi oase bagi kondisi iklim saat ini. Juga jadi alternatif agar ketergantungan energi tidak hanya berasal dari energi fosil saja. (*)

Ads Arusbawah.co
Tag




