Posyandu, poskamling, hingga CCTV lingkungan tumbuh di banyak RT.
Kader posyandu mendapat insentif, kegiatan gotong royong kembali hidup.
“Dulu jadi ketua RT itu susah cari orangnya. Sekarang malah rebutan. Hampir kayak kepala desa, ada tim suksesnya,” katanya sambil tersenyum.
Ia menilai, semangat itu muncul karena warga merasa dilibatkan.
Program diputuskan lewat musyawarah RT.
Warga menentukan sendiri apa yang paling mendesak di lingkungannya.
Rencana Perbaikan dan Digitalisasi Program Probebaya
Ke depan, Helmi menyebut program ini tetap perlu dilanjutkan dengan sejumlah perbaikan.
Ia mendorong sistem digital agar penggunaan anggaran lebih transparan.
Ia juga ingin pekerjaan lebih banyak melibatkan warga setempat.
“Kalau ada proyek kecil jangan cuma diserahkan ke tukang luar. Warga harus ikut kerja dan tetap dibayar. Supaya manfaat ekonominya muter di situ juga,” ujarnya.
Bagi Helmi, Probebaya bukan sekadar program politik.
Ia menyebutnya sebagai jawaban atas kebutuhan riil warga di tingkat paling bawah yang selama ini luput dari perhatian program besar pemerintah kota.
(wan)
Tag




