ARUSBAWAH.CO - Ketua DPC PDI Perjuangan Samarinda, Iswandi, menilai RT berpotensi menjadi kekuatan politik dalam pelaksanaan program Probebaya.
Namun, menurutnya, hal tersebut sangat bergantung pada arah kepemimpinan dan dampak nyata program bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam diskusi publik bertajuk "Probebaya Tanpa AH, Bisa?" yang dilaksanakan pada 15 Februari 2026.
Dalam forum tersebut, Iswandi menanggapi anggapan yang berkembang terkait kemungkinan program berbasis RT itu dimanfaatkan sebagai mesin politik dalam dinamika kepemimpinan daerah.
Potensi Ada, Tapi Tidak Bersifat Otomatis
Menurutnya, potensi tersebut bisa saja terjadi, tetapi tidak bersifat otomatis.
Semuanya kembali pada bagaimana program dijalankan dan apakah benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat di tingkat paling bawah.
“Kembali lagi ke situ, apakah RT bisa jadi mesin politik? Bisa sekali. Tapi ada juga yang membuat itu nanti tidak bisa dilakukan. Kenapa? Kalau pemimpinnya bawa benar, program ini sudah bagus, berdampak langsung terhadap masyarakat mikro RT tadi, pasti mereka mendukung, sah-sah saja,” ujarnya.
Iswandi menjelaskan bahwa dukungan masyarakat terhadap pemimpin merupakan sesuatu yang wajar apabila program yang dijalankan memang dirasakan manfaatnya secara langsung.
Namun, ia mengingatkan agar pelaksanaan Probebaya tetap difokuskan pada tujuan awalnya, yakni pemberdayaan masyarakat.




