“Platform tidak bisa berlindung di balik algoritma,” katanya.
PUSHAM-MT mendesak agar platform melakukan penurunan (takedown) konten diskriminatif secara cepat, menegakkan pedoman komunitas secara konsisten, serta menyediakan mekanisme pelaporan yang benar-benar responsif, terutama untuk kasus yang menyasar kelompok rentan.
Tak kalah penting, lanjut Mustafa, adalah pencegahan unggahan ulang yang kerap memperpanjang penderitaan korban.
Publik Punya Peran: Jangan Ikut Menyebarkan
Di akhir pernyataannya, Mustafa mengajak publik untuk lebih berempati dan bertanggung jawab di ruang digital.
“Setiap klik, setiap share, itu punya dampak. Jangan ikut menyebarkan konten yang merendahkan martabat manusia,” tutupnya.
Bagi PUSHAM-MT, sikap tegas ini bukan sekadar pernyataan moral, melainkan pengingat bahwa kemanusiaan harus tetap menjadi fondasi, termasuk di dunia maya. (pra)
Tag




