"Presiden terdahulu sudah menetapkan, bahkan ada Keputusan Presiden yang ditandatangani. Itu harus dilaksanakan, jangan plin-plan. Sudah banyak uang negara yang habis untuk membangun IKN di Sepaku. Masa kita tidak hargai? Untuk apa itu? Apa mau jadi bangunan mangkrak lagi?" tambahnya.
Fokus Dongkrak SDM dan Ekonomi Warga Dayak
Selain membahas nasib IKN, momentum pelantikan pengurus baru ini juga dipakai Yulianus untuk melakukan evaluasi internal.
Ia mengakui secara jujur bahwa masyarakat Dayak di Kaltim masih menghadapi masalah ketertinggalan di bidang pendidikan, ekonomi, dan panggung politik.
Oleh karena itu, ke depan PDKT akan memperluas jaringan organisasi hingga ke tingkat kecamatan di seluruh wilayah Kaltim.
Tujuannya adalah mendesak pemerintah agar mau membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
"Bagaimana warga Dayak ini bisa mencapai kesejahteraan, itu intinya. Kami orang Dayak masih banyak tertinggal, baik dari segi pendidikan, ekonomi, maupun politik. Saya akan bawa suara ini. Kami sebagai tuan rumah di Kaltim akan bekerja keras dan meminta pemerintah ikut menjadi mediator untuk membangun warga Dayak, terutama di bidang SDM dan ekonomi," tutup Yulianus. (son)
- Kaltim Siapkan 4 Proyek Infrastruktur Besar dalam Musrenbang 2027: dari Rumah Sakit hingga Jalan Tembus ke IKN
- Pendapatan APBN di Kaltim Baru Rp4,4 Triliun, Belanja Tembus Rp8,85 Triliun per Mei 2026
- HMI Kecewa Rudy Mas’ud Kembali Absen di Forum Publik: Dia yang Ajak Dialog, Tapi Tak Hadir di Seminar Pembangunan
Tag




