ARUSBAWAH.CO - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badko Kaltim-Kaltara menyayangkan absennya Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud dalam Seminar Pembangunan yang membahas arah kebijakan dan masa depan pembangunan daerah.
Seminar Pembangunan yang digelar Badko HMI Kaltim-Kaltara pada Selasa (12/5/2026) sebelumnya dijadwalkan menghadirkan sejumlah pejabat dan tokoh penting daerah.
Berdasarkan pamflet kegiatan, forum bertajuk “Arah Pembangunan Kaltim: Integrasi Kebijakan, SDM Berkualitas, dan Pengelolaan SDA untuk Kaltim Emas” itu mencantumkan nama Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, Kepala Kejati Kaltim Supardi, anggota DPRD Kaltim Sarkowi V. Zahry, Danrem 091/ASN Anggara Sitompul, Ketua PWI Kaltim Abdurrahman Amin, serta akademisi Suwardi Sagama, sebagai narasumber.
Namun dalam pelaksanaannya, Gubernur Rudy Mas’ud beserta jajaran strategis Pemprov Kaltim diketahui tidak menghadiri agenda yang berlangsung di Ruang Serbaguna Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim tersebut, sehingga memicu kekecewaan dari pihak HMI selaku penyelenggara.
Adapun pihak Pemprov Kaltim diwakili oleh Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim, Arief Murdiyatno,
Absennya orang nomor satu di Kaltim itu tentu memantik kekecewaan dari kalangan mahasiswa.
Terlebih, forum tersebut digelar sebagai ruang dialog terbuka untuk membahas arah pembangunan Kalimantan Timur bersama pemerintah provinsi.
Ketua Badko HMI Kaltim-Kaltara, Ashan Putra Pradana, menyebut pihaknya sebenarnya berusaha merespons ajakan Rudy Mas’ud yang sebelumnya kerap menyerukan pentingnya diskusi dibanding aksi turun ke jalan.
“Nah itu dia juga patut disayangkan. Untuk saya sebagai Ketua Badko, menyayangkan banget (ketidakhadiran) beliau,” ujar Ashan kepada awak media usai kegiatan, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, dalam sejumlah kesempatan, Rudy Mas’ud sering mengajak mahasiswa dan masyarakat duduk bersama membahas persoalan daerah secara terbuka.
“Kan kemarin pada aksi tanggal 21 April beliau selalu menggaungkan, ‘Ayo kita dialog, ayo kita diskusi, ayo kita duduk bareng-bareng dalam ruangan, kita bicarakan kondisi Kaltim ini bagaimana dan kita sama-sama mencari solusi,’” katanya.
Forum Sudah Disiapkan, Pemprov Justru Tak Hadir
Ashan mengatakan seminar pembangunan tersebut sengaja dirancang sebagai forum diskursus dan komunikasi dua arah antara mahasiswa dan pemerintah daerah.
Namun, saat forum benar-benar digelar, tidak hanya gubernur yang absen, tetapi juga tidak ada satu pun perwakilan strategis dari Pemerintah Provinsi Kaltim yang hadir.
“Nah ini kita bikin forum, kita bikin diskursus atau komunikasi dua arah, ayo. Tapi bahkan tidak ada perwakilan dari Pemprov,” tegasnya.
Tag



