Situasi tersebut nyatanya memicu keluhan dari orang tuanya di kampung halaman.
Sebab, sejak motor harian itu hilang, Nazmin terpaksa sering meminta kiriman uang tambahan di luar biaya hidup bulanan biasa, khusus untuk menutupi ongkos ojek ke kampus.
“Kalau pas dulu kayak apa ya, selalu mengeluh gitu karena minta terus kan uang ke dia buat ini (ongkos),” tutur Nazmin terbuka mengenai kondisi orang tuanya.
Suara Hati Korban: Penanganan Lambat dan Harapan Izin Pinjam Pakai
Nazmin juga mengungkapkan alasan utama mengapa ia memutuskan untuk membuat video curhat hingga akhirnya viral di media sosial.
Ia merasa penanganan dari pihak Polresta Samarinda berjalan sangat lambat dan berbelit-belit.
Padahal menurut informasi yang diterimanya, posisi motor dan pihak-pihak yang membawa motor tersebut sebenarnya sudah diketahui di lapangan, namun belum ada tindakan nyata untuk mengamankan barang bukti.
“Mungkin karena ini aja sih penanganannya lambat betul, terlalu ini, terlalu berbelit-belit. Padahal kan itu motor sudah ada, tinggal diamankan kan. Sama yang megang motor juga sudah tau siapa aja,” tegas Nazmin.
Kini, Nazmin sangat berharap pelaku bisa segera diamankan dan motornya dikembalikan.
Namun, ia juga memikirkan nasib perkuliahannya jika motor tersebut nantinya ditahan terlalu lama sebagai barang bukti.
Ia berharap pihak berwenang bisa memberikan kebijakan agar dirinya boleh meminjam dan memakai motor itu untuk kuliah selama proses hukum berjalan.
“Harapan saya kan semoga itu motor itu kembali, terus pelakunya cepat ditangkapkah. Baru kan kalau misal jalur hukum juga itu motor enggak bisa dipakai. Harapanku kan buat bisalah dipinjam pakai buat dipakai aktivitas kuliah,” harapnya.
Kini, di tengah segala keterbatasan biaya ojek dan utang cicilan yang belum lunas, mahasiswa semester 2 ini hanya bisa terus bertahan menjalani perkuliahannya sambil menunggu motornya kembali. (son)
- RSUD Aws Beberkan Audit Kasus Bayi Syahdu dalam Pertemuan Tertutup dengan Kuasa Hukum, Apa Hasilnya?
- Hasil Audit Dugaan Kelalaian Medis Sudah Keluar, Ibu Korban: Anak Saya yang Cacat, Kenapa Dewan yang Didahulukan?'
- Hasil Audit Dugaan Kelalaian Medis di RS Pemerintah Sudah Keluar, Pihak Rumah Sakit Akan Surati Dewan
Tag




