ARUSBAWAH.CO - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur merancang empat proyek infrastruktur skala besar, proyek-proyek ini masuk dalam kerangka pembiayaan multi-year atau MYC (Multi-Year Contract) pada RKPD 2027.
Totalnya menyentuh angka lebih dari Rp 2 triliun, dengan biaya tersebut proyek ini mencakup pembangunan rumah sakit hingga jalan penghubung menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Hal tersebut diungkapkan dalam agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2027 yang berlangsung di Odah Etam, Samarinda, Kamis (30/4/2026) lalu.
Dua Rumah Sakit Baru untuk Daerah Terpencil dan Kota Besar
Dari sisi layanan kesehatan, dua proyek rumah sakit masuk dalam daftar prioritas.
Pertama adalah pengembangan RSUD Aji Muhammad Salehuddin II di Samarinda.
Rumah sakit ini dirancang dilengkapi dengan layanan Cardiology, ICU, dan ICCU di atas lahan seluas 2,6 hektare.
Kebutuhan anggarannya ditaksir sekitar Rp 425 miliar.
Kedua adalah pembangunan RSUD Provinsi yang berlokasi di Bongan, Kutai Barat.
Rumah sakit berkelas B dengan kapasitas 200 tempat tidur ini diproyeksikan melayani masyarakat di wilayah Kutai Barat dan Mahakam Ulu, dua daerah yang selama ini paling jauh dari akses layanan kesehatan memadai.
Luas area yang disiapkan mencapai 70 hektare dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 600 miliar.
Dua Ruas Jalan Buka Konektivitas Pedalaman dan Pesisir
Selain fasilitas kesehatan, terdapat proyek dua ruas jalan baru yang juga masuk dalam rencana Multi-Year Contract yang telah disiapkan oleh pemerintah provinsi Kalimantan Timur.
Pertama adalah pembangunan Jalan Sotek–Bongan, jalan ini akan dibangun sepanjang kurang lebih 127 kilometer.
Ruas ini dirancang untuk mempersingkat jarak tempuh dari wilayah Mahakam Ulu dan Kutai Barat menuju wilayah IKN.
Dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 885,95 miliar, proyek ini menjadi yang terbesar dari keempat rencana Multi-Year Contract tersebut.
Kedua adalah pembangunan Jalan Akses Jembatan Nibung–Km.46 di wilayah Berau–Kutai Timur.
Ruas sepanjang kurang lebih 35,8 kilometer, jalan ini akan difungsikan untuk memperpendek jarak antara kawasan pesisir Berau dan Kutai Timur.
Kebutuhan anggarannya ditaksir sekitar Rp 187 miliar.
Keempat proyek ini merupakan bagian dari apa yang disebut pemerintah sebagai “Trisula Pembangunan Daerah” yaitu strategi yang menopang tiga hal sekaligus: pertumbuhan ekonomi berkualitas, pemerataan hasil pembangunan, dan penguatan sumber daya manusia.
Pembangunan infrastruktur konektivitas dan layanan kesehatan menjadi bagian dari Prioritas Pembangunan ke-3 dalam RKPD 2027, yakni Peningkatan Ketersediaan dan Kualitas Infrastruktur Dasar serta Infrastruktur Konektivitas Wilayah.
Total proyeksi penerimaan daerah Kaltim tahun 2027 dirancang sebesar Rp 12,1 triliun, dengan kapasitas riil keuangan yang tersedia untuk program-program di luar belanja wajib hanya sekitar Rp 832 miliar. (jay)




