ARUSBAWAH.CO - Setahun setelah program unggulan Gubernur terpilih Kalimantan Timur Rudy Mas’ud berjalan, data pendidikan soal siswa SMA/ SMK yang putus sekolah di tahun 2025, ada di angka yaitu 18,16%.
Data ini menunjukan hampir satu dari lima anak usia sekolah menengah atas di Provinsi ini gagal untuk menyelesaikan pendidikannya.
Angka ini tercatat dalam Rancangan RKPD Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2027 yang dirilis dalam Musrenbang di Samarinda, 30 April 2026, di Pendopo Odah Etam, Samarinda.
Efektivitas Implementasi Gratispol di Lapangan
Program Gratispol yang diluncurkan merupakan salah satu janji kampanye unggulan dari pasangan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
Program ini mencakup pembiayaan pendidikan mulai dari jenjang SMA/SMK hingga S3, dengan anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 1,3 triliun khusus untuk komponen pendidikan dalam RKPD 2027.
Pada tahun pertama pelaksanaan, program ini berhasil menjangkau 21.903 mahasiswa baru di perguruan tinggi wilayah Kaltim yang mendapat pembebasan UKT semester pertama.
Namun, mulai 2026, Gratispol akan memperluas cakupannya menjadi seluruh mahasiswa semester satu hingga delapan yang memenuhi syarat.
Tetapi dalam Rapat Paripurna Februari 2026 DPRD memberikan evaluasi tentang program Gratispol.
Tag



