Ia menilai bahwa partisipasi masyarakat merupakan pilar yang tidak dapat digantikan oleh perangkat lembaga mana pun.
“Pemilu adalah tanggung jawab kita semua. Partisipasi publik menjadi pilar penting dalam menjaga marwah demokrasi,” tambahnya.
Menurutnya, kualitas demokrasi di Kaltim sangat bergantung pada sinergi antar-elemen.
Tanpa kerja bersama antara peserta pemilu, badan pengawas, pemerintah daerah, dan masyarakat luas, tujuan menghadirkan pemilu yang sehat tidak akan tercapai.
“Tanpa sinergi, pengawasan akan berjalan pincang,” pungkasnya. (adv)
Tag



