“Latih mereka dengan baik. Setelah itu, pikirkan pekerjaan mereka. Harus ada jalan,” ujarnya.
Jika terpilih, Ia menyebut kemungkinan atlet diarahkan sebagai pegawai maupun bekerja di perusahaan.
Tujuannya sederhana yakni atlet tidak hidup dari ketidakpastian.
Bahkan, ia melempar gagasan yang terbilang berani.
Menurut dia, atlet-atlet yang berprestasi layak mendapat fasilitas yang lebih layak.
“Kalau perlu, rumahnya disiapkan. Fasilitasnya juga. Jangan dibiarkan,” katanya.
Dukungan Mulai Mengalir, Namun Masih Menahan Diri
Di sisi lain, Syahariah mengaku dukungan terhadap dirinya disebut sudah mulai berdatangan, termasuk dari pengurus KONI daerah.
Ia mengaku diajak untuk maju ketua KONI Kaltim oleh sejumlah pihak, salah satunya dari pengurus KONI Balikpapan.
Namun lagi-lagi, ia memilih menahan diri.
“Saya tidak bisa langsung mengiyakan. Kalau ada yang lebih bagus, kenapa tidak saya dukung,” ujarnya.
Kritik Kondisi KONI: Jangan Sampai “Mati Suri”
Syahariah menyebut tidak ingin sekadar menjadi kandidat pelengkap, tapi juga tidak ingin terlihat memaksakan diri.
Di ujung pembicaraan, Syahariah kembali menyinggung kondisi KONI yang ia nilai perlu pembenahan serius.
“Jangan sampai ketuanya mati suri. Tidak ada aktivitas,” katanya.
(wan)
Tag




