ARUSBAWAH.CO - Kursi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur (Kaltim) mulai memanas jelang Musyawarah Provinsi (Musprov) yang dijadwalkan usai hari raya Idulfitri 2026.
Belum resmi dibuka, tapi riaknya sudah terasa sejak bulan Ramadhan.
Nama-nama bermunculan, sebagian membawa latar politik, sebagian lain mencoba masuk dari jalur berbeda.
Tiga Nama Menguat dalam Bursa Ketua KONI Kaltim
Setidaknya tiga nama kini ramai disebut bakal maju dalam bursa Ketua KONI Kaltim periode 2026–2030.
Dua di antaranya berasal dari lingkaran Partai Golkar, sementara satu nama lain datang dari jalur non-politik praktis.
Figur dari Lingkaran Partai Golkar
Nama pertama adalah Syahariah Mas’ud, anggota Komisi IV DPRD Kaltim dari Partai Golkar.
Syahariah Mas’ud bukan figur sembarangan.
Selain aktif di legislatif, Syahariah merupakan saudara kandung Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, sekaligus bagian dari keluarga politik yang cukup dominan di Kaltim.
Nama kedua, Alwi S. Al Qadrie, Ketua DPRD Kota Balikpapan dari Fraksi Golkar.
Alwi juga ramai disebut memiliki kedekatan kekerabatan dengan Gubernur Kaltim.
Dengan posisi strategis di parlemen kota minyak, Alwi dinilai punya akses dan pengaruh yang tak kecil dalam peta dukungan.




