ARUSBAWAH.CO - Beasiswa sarjana di Indonesia sudah jadi perhatian bagi beberapa pemerintah daerah di Indonesia, dibuktikan dengan dukungan anggaran (APBD).
Terpantau, ada beberapa pemda di Indonesia yang secara khusus anggarkan APBD mereka untuk program pendidikan warga lokal di jenjang sarjana atau perguruan tinggi.
Dua daerah, Jakarta dan Kalimantan Timur (Kaltim) menonjol.
Dua wilayah menonjol karena alokasi anggaran besar untuk pendidikan tinggi, mulai dari S1, S2, hingga S3, bahkan bagi mahasiswa yang menempuh studi di luar daerah maupun luar negeri.
Di Kaltim, program Gratispol Pendidikan menyalurkan total Rp206,9 miliar untuk ribuan mahasiswa, sedangkan di Jakarta, melalui program KJMU, anggaran mencapai Rp3,3 triliun untuk mendukung biaya kuliah dan kebutuhan studi mahasiswa.
Dengan besaran dukungan seperti ini, Jakarta dan Kaltim menjadi daerah paling “all out” soal beasiswa sarjana, memungkinkan mahasiswa menempuh pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya besar.
Redaksi Arusbawah.co bedah beberapa program-program bantuan pendidikan untuk warga lokal di beberapa pemda, yang terkhusus pada jenjang sarjana atau perguruan tinggi.
Kalimantan Timur (Gratispol Pendidikan)
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memastikan alokasi anggaran besar untuk enam program unggulan Gratispol pada tahun anggaran 2025.
Total dana yang digelontorkan diperkirakan mencapai Rp680,4 miliar, seluruhnya bersumber dari APBD murni dan APBD Perubahan 2025.
Program Gratispol merupakan janji politik Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji saat Pilgub 2024 lalu.
Enam program Gratispol tersebut meliputi bidang pendidikan, kesehatan, seragam sekolah, administrasi rumah, perjalanan religi, dan internet desa.
Rp206,9 Miliar untuk Gratispol Pendidikan
Sektor pendidikan mendapat alokasi Rp206,9 miliar dari APBD Perubahan 2025.
Dana ini dialokasikan untuk berbagai jenis bantuan biaya kuliah hingga operasional program.
Rinciannya:
Gratispol S-1 menyerap Rp150,9 miliar untuk 28.083 penerima.
Gratispol S-2 dan S-3 dialokasikan Rp14,4 miliar bagi 2.860 mahasiswa.
Untuk mahasiswa asal Kaltim yang kuliah di luar daerah, disiapkan Rp7,7 miliar untuk 657 penerima.
Selain itu, mahasiswa Kaltim yang kuliah di luar negeri mendapat Rp9,9 miliar untuk 89 penerima.
Ada juga kategori Gratispol Khusus sebesar Rp21,4 miliar untuk 1.165 orang.
Sedangkan biaya operasional tim Gratispol memakan Rp2,3 miliar untuk 25 orang.
Jika ditotal, kebutuhan riil dari semua kategori mencapai Rp206,9 miliar.
- Pemangkasan TKD, Pemprov Mau Rombak Total APBD 2026! Dari Rp 20 T Diperkirakan Tinggal Rp 13 T
- Peluncuran Gratispol Perumahan, Ini Cara Warga Bisa Dapat Bantuan Rp 10 Juta untuk Administrasi KPR! Verifikasinya di Bank - Developer
- Rincian Rupiah Diterima Kampus untuk Gratispol Pendidikan! Tiga Kampus On Top untuk Pagu Anggaran




