“Kita hanya perlu menambah sedikit lagi untuk mencapai 100 persen kebutuhan beras Kaltim, bahkan surplus,” ujar Seno Aji.
Tantangan Swasembada dan Regenerasi Petani
Namun, Seno Aji menyebut jalan menuju swasembada belum sepenuhnya mulus.
Perubahan cuaca dan potensi bencana alam masih jadi ancaman serius karena dapat memicu gagal panen para petani.
Di luar itu, tekanan ekonomi global, fluktuasi harga pangan di tingkat lokal, keterbatasan infrastruktur pertanian, hingga persoalan air dan lahan turut memengaruhi stabilitas produksi.
Masalah regenerasi petani juga menjadi perhatian kata Seno.
Menurutnya, banyak petani saat ini berusia lanjut, sementara minat generasi muda terhadap sektor pertanian belum sepenuhnya mau.
Untuk menjawab persoalan itu, Kata Seno perlu keterlibatan anak muda melalui berbagai program seperti Brigade Pangan, Pemuda Tani Indonesia, dan Petani Milenial.
Dukungan itu kata Seno Aji diberikan dalam bentuk insentif, bantuan bibit dan pupuk, serta penyediaan alat pertanian modern.
“Ketahanan pangan bukan sekadar angka, tetapi kerja bersama antara pemerintah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan agar Kaltim berdaulat pangan dan sejahtera, sejalan dengan visi Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas,” demikian kata Seno Aji.
(wan)
Tag




