ARUSBAWAH.CO - Angka produksi beras di Kalimantan Timur mulai bergerak naik.
Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim menunjukkan, sepanjang 2025 produksi beras di Benua Etam mencapai 158.442 ton.
Jumlah itu meningkat 9,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya 2024 lalu.
Kenaikan itu menjadi salah satu sinyal bahwa upaya Pemprov Kaltim mengejar kemandirian pangan mulai menunjukkan hasil di lapangan.
Fokus Pangan di Era Rudy Mas’ud dan Seno Aji
Dalam kurun sekitar 10 bulan terakhir, di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji, sektor pertanian, khususnya beras, menjadi salah satu fokus utama pembangunan.
Pemerintah daerah berupaya mengurangi ketergantungan pasokan beras dari luar daerah terutama dari pulau Sulawesi dan Jawa, yang selama ini masih cukup besar.
Posisi Ketahanan Pangan Kaltim di Tingkat Nasional
Wakil Gubernur Seno Aji mengatakan, secara nasional posisi ketahanan pangan Kaltim tergolong kuat.
“Kaltim menempati peringkat dua besar Indeks Ketahanan Pangan Nasional 2025 dengan skor 80,82 atau kategori sangat tahan. Artinya, kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi, baik dalam kondisi normal maupun saat bencana,” kata Seno Aji dalam suatu kesempatan beberapa waktu lalu.
Orang nomor dua di Kaltim itu menyebut, meski berada di posisi atas secara nasional, Pemprov Kaltim tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan struktural di sektor pertanian.
Lahan subur yang terbatas, produktivitas yang belum merata antarwilayah, serta ketergantungan pasokan beras dari luar daerah masih menjadi tantangan yang terus dibenahi.
Strategi Rekayasa Lahan untuk Dongkrak Produksi Padi
Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperbaiki kualitas lahan pertanian yang ada.
Seno Aji mendorong petani melakukan rekayasa lahan, yaitu dengan penambahan kapur dan dolomit untuk memperbaiki kondisi tanah.
Di sisi lain, metode Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA), atau sistem pertanian berkelanjutan dengan penggunaan input luar yang rendah, juga diterapkan agar produksi meningkat tanpa bergantung penuh pada pupuk dan bahan kimia sintetis.
Produktivitas Padi Meningkat Dua Kali Lipat
Hasilnya kata Seno, produktivitas padi mengalami lonjakan.
Jika sebelumnya petani hanya mampu memanen sekitar 3–4 ton per hektare, kini kata dia, hasilnya bisa mencapai 6–7 ton per hektare dalam satu kali panen.
“Dulu hanya mampu memenuhi 30 persen kebutuhan beras, kini sudah mencapai 60 persen,” jelas Seno.
Target Perluasan Lahan Sawah Hingga 50 Ribu Hektare
Tak hanya soal produktivitas, menurut Seno Aji Pemprov juga menyiapkan langkah jangka menengah dengan memperluas areal tanam.
Kata dia, Saat ini luas lahan pertanian di Kaltim berada di kisaran 33 ribu hektare.
Ke depan, Pemprov menargetkan perluasan hingga 50 ribu hektare melalui program cetak sawah baru dan optimalisasi lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
Data KSA BPS: Luas Panen Ikut Meningkat
Data Angka Sementara Kerangka Sample Area (KSA) BPS Kaltim hingga 30 Desember 2025 mencatat, selain produksi yang meningkat, luas panen padi juga bertambah.
Pada 2025, luas panen mencapai 66.602 hektare, naik 5,65 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 63.041 hektare.
Tahun sebelumnya, produksi beras Kaltim berada di angka 145.209 ton.
“Kita hanya perlu menambah sedikit lagi untuk mencapai 100 persen kebutuhan beras Kaltim, bahkan surplus,” ujar Seno Aji.
Tantangan Swasembada dan Regenerasi Petani
Namun, Seno Aji menyebut jalan menuju swasembada belum sepenuhnya mulus.
Perubahan cuaca dan potensi bencana alam masih jadi ancaman serius karena dapat memicu gagal panen para petani.
Di luar itu, tekanan ekonomi global, fluktuasi harga pangan di tingkat lokal, keterbatasan infrastruktur pertanian, hingga persoalan air dan lahan turut memengaruhi stabilitas produksi.
Masalah regenerasi petani juga menjadi perhatian kata Seno.
Menurutnya, banyak petani saat ini berusia lanjut, sementara minat generasi muda terhadap sektor pertanian belum sepenuhnya mau.
Untuk menjawab persoalan itu, Kata Seno perlu keterlibatan anak muda melalui berbagai program seperti Brigade Pangan, Pemuda Tani Indonesia, dan Petani Milenial.
Dukungan itu kata Seno Aji diberikan dalam bentuk insentif, bantuan bibit dan pupuk, serta penyediaan alat pertanian modern.
“Ketahanan pangan bukan sekadar angka, tetapi kerja bersama antara pemerintah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan agar Kaltim berdaulat pangan dan sejahtera, sejalan dengan visi Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas,” demikian kata Seno Aji.
(wan)




