Di sisi lain, metode Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA), atau sistem pertanian berkelanjutan dengan penggunaan input luar yang rendah, juga diterapkan agar produksi meningkat tanpa bergantung penuh pada pupuk dan bahan kimia sintetis.
Produktivitas Padi Meningkat Dua Kali Lipat
Hasilnya kata Seno, produktivitas padi mengalami lonjakan.
Jika sebelumnya petani hanya mampu memanen sekitar 3–4 ton per hektare, kini kata dia, hasilnya bisa mencapai 6–7 ton per hektare dalam satu kali panen.
“Dulu hanya mampu memenuhi 30 persen kebutuhan beras, kini sudah mencapai 60 persen,” jelas Seno.
Target Perluasan Lahan Sawah Hingga 50 Ribu Hektare
Tak hanya soal produktivitas, menurut Seno Aji Pemprov juga menyiapkan langkah jangka menengah dengan memperluas areal tanam.
Kata dia, Saat ini luas lahan pertanian di Kaltim berada di kisaran 33 ribu hektare.
Ke depan, Pemprov menargetkan perluasan hingga 50 ribu hektare melalui program cetak sawah baru dan optimalisasi lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
Data KSA BPS: Luas Panen Ikut Meningkat
Data Angka Sementara Kerangka Sample Area (KSA) BPS Kaltim hingga 30 Desember 2025 mencatat, selain produksi yang meningkat, luas panen padi juga bertambah.
Pada 2025, luas panen mencapai 66.602 hektare, naik 5,65 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 63.041 hektare.
Tahun sebelumnya, produksi beras Kaltim berada di angka 145.209 ton.
Tag



