ARUSBAWAH.CO - Salah satu dari antara Romy Wijayanto atau Amri Mauraga bakal ditetapkan sebagai calon Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bankaltimtara).
Dua nama itu muncul dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar di Harum Resort Balikpapan, Kamis (5/3/2026).
Dua kandidat itu disiapkan untuk menggantikan posisi Direktur Utama saat ini, Muhammad Yamin, meski masa jabatannya baru akan berakhir pada 2028 mendatang.
Romy Wijayanto dan Amri Mauraga disebut telah melewati uji kelayakan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim dalam seleksi pemilihan Direktur Utama.
Namun hingga kini, status keduanya masih sebatas calon dan belum ada keputusan final siapa yang akan menduduki kursi dirut definitif.
Redaksi Himpun Rekam Jejak Kandidat
Redaksi Arusbawah.co kemudian menghimpun rekam jejak kepemimpinan keduanya untuk melihat pengalaman masing-masing kandidat.
Track Record Romy Wijayanto di Dunia Perbankan
Dilansir dari Linkedin masing-masing, Romy Wijayanto tercatat memiliki latar belakang panjang di sektor perbankan.
Ia merupakan lulusan Universitas Jember jurusan Ilmu Sosial, Hubungan Internasional pada 1991–1996, setelah sebelumnya menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Kudus pada 1989–1991.
Karier profesionalnya banyak dihabiskan di PT Bank DKI dengan total masa kerja mencapai 19 tahun 6 bulan.
Romy Wijayanto pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Strategi sejak Desember 2020 dengan masa jabatan berjalan sekitar 5 tahun 4 bulan di bidang keuangan perbankan.
Sebelum duduk di jajaran direksi, Romy Wijayanto menjabat sebagai Pemimpin Grup Sumber Daya Manusia pada September 2019 hingga Desember 2020 selama 1 tahun 4 bulan.
Ia juga pernah menjadi Pemimpin Grup Pengembangan Jaringan pada Mei 2017 hingga September 2019 selama 2 tahun 5 bulan.
Pada 2016, ia memegang dua posisi strategis sekaligus sebagai Pemimpin Grup Perencanaan Strategis dan Pemimpin Grup Transformasi dan Manajemen Proyek pada periode Agustus 2016 hingga Mei 2017 selama 10 bulan.
Di tahun yang sama, ia juga menjabat sebagai Pemimpin Divisi Perencanaan dari April hingga Agustus 2016 selama 5 bulan.
Pengalaman operasionalnya diperkuat saat memimpin Cabang Syariah Wahid Hasyim dari Januari 2013 hingga April 2016 selama 3 tahun 4 bulan, serta Cabang Syariah Pondok Indah dari November 2010 hingga Januari 2013 selama 2 tahun 3 bulan di Jakarta.
Ia juga pernah menjabat sebagai Pemimpin Divisi Kesekretariatan pada Juli 2008 hingga November 2010 selama 2 tahun 5 bulan, serta Manager Humas pada Oktober 2006 hingga Juli 2008 selama 1 tahun 10 bulan.
Dalam catatan jabatan tahunan, Romy konsisten berada di posisi strategis.
Pada 2021 ia menjabat Direktur Keuangan di unit pimpinan tertinggi.
Pada 2022 hingga 2024, ia menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Strategi di unit wakil pimpinan.
Sebelumnya, pada 2019 hingga 2020 ia menjabat Pemimpin Grup Sumber Daya Manusia, serta pada 2017 hingga 2018 sebagai Pemimpin Grup Pengembangan Jaringan.
Track Record Amri Mauraga dan Catatan Perjalanan Karier
Di sisi lain, Amri Mauraga juga memiliki pengalaman sebagai pimpinan tertinggi di bank daerah.
Ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat pada 2020 hingga 2021.
Amri Mauraga mulai menjabat sebagai Direktur Utama sejak Desember 2020, sebelum akhirnya mengundurkan diri pada 2022 yang kemudian memicu digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Sebelum menjadi direktur utama, ia menjabat sebagai Pemimpin Grup Perencanaan dan Pengembangan sejak 2018 hingga Oktober 2020.
Ia juga telah berada dalam struktur manajemen bank tersebut sejak 31 Desember 2017 sebagai awal masa jabatan.
Dalam catatan jabatan, Amri tercatat sebagai Direktur Utama pada 2020 dan 2021 di unit pimpinan tertinggi.
Sebelumnya, pada 2018 hingga 2019 ia menjabat sebagai Pemimpin Grup di lingkungan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Namun rekam jejak Amri juga pernah terseret dalam proses hukum.
Diliat dari detik.com, Pada 2021, ia menjadi saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar dalam perkara korupsi yang melibatkan mantan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.
Ia dipanggil oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan keterangan terkait awal perkenalannya dengan terdakwa.
Keputusan Dirut Bankaltimtara Belum Final
Hingga kini, belum ada keputusan final dari pemegang saham terkait siapa yang akan ditetapkan sebagai Direktur Utama Bankaltimtara.
(wan)




