ARUSBAWAH.CO - Pernyataan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud yang menyebut “saatnya bekerja, bukan berdebat” justru menuai respons keras dari kalangan mahasiswa.
Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Mulawarman (BEM KM Unmul) menilai, debat bukanlah penghambat kerja pemerintah, melainkan bagian dari fungsi kontrol publik yang sah dalam sistem demokrasi.
Ketua BEM KM Unmul, Hiththan Hersya Putra, menegaskan bahwa aktivitas debat justru merupakan “kerja” mahasiswa dalam mengawasi jalannya pemerintahan.
“Itu adalah bentuk kerja mahasiswa sebagai kontrol sosial. Itu adalah alarm peringatan kepada pemerintah,” tegasnya, Selasa (31/3/2026).
Kartu Merah untuk Pemprov Kaltim
Respons tersebut muncul di tengah aksi “kartu merah” yang dilakukan mahasiswa saat diskusi publik bertajuk Menakar Satu Tahun Kepemimpinan Rudy–Seno di Gedung Rektorat Universitas Mulawarman.
Aksi itu menjadi simbol peringatan keras terhadap Pemerintah Provinsi Kaltim yang dinilai belum menjawab berbagai persoalan mendasar selama satu tahun kepemimpinan.
Namun, aksi tersebut berujung ketegangan.
Mahasiswa diminta keluar dari ruangan oleh pihak kampus, bahkan sempat terjadi dorongan dari petugas.
Meski demikian, BEM KM menegaskan aksi mereka adalah bagian dari hak berekspresi di ruang publik.
Tag



