Arus Terkini

Ide Perakitan Bom Molotov Muncul Dua Hari Sebelum Demo, Berawal dari Pertemuan di Warung Kopi! Dua Tersangka Ditangkap di Samboja

Sabtu, 6 September 2025 21:51

KONFERENSI PERS - Kapolresta Samarinda Kombespol Hendri Umar memperlihatkan barang bukti selain 27 bom molotov, termasuk selebaran orasi, buku, dan payung/HO to Arusbawah.co

Pembelian Material Bom Molotov

Pada Minggu, 31 Agustus 2025, NS dan Z membeli sejumlah material menggunakan mobil milik Z. 

Barang yang mereka beli antara lain:

* Jerigen di Jalan Wahab Syahranie.
* BBM jenis Pertalite 20 liter di SPBU Jalan PN Nur.
* Botol kaca di kawasan yang sama.

Bahan-bahan ini kemudian disimpan di warung kopi milik Mr. X. 

Awalnya, disepakati bahwa perakitan bom akan dilakukan di tempat tersebut. 

Namun karena waktu mepet, NS meminta bantuan seorang lain berinisial L untuk membawa bahan ke sekretariat mahasiswa di Jalan Bangris, Samarinda.

Di lokasi itu, barang-barang diserahkan ke seorang mahasiswa berinisial R, yang sebelumnya sudah ditangkap lebih dulu. 

Dari sana, perakitan dilakukan hingga akhirnya polisi menemukan 27 botol bom molotov siap pakai.

Peran Para Tersangka

Polisi membagi peran para tersangka sebagai berikut:

1. NS: Inisiator, penggerak utama, sekaligus penyedia bahan baku.

2. L: Membantu mengantar bahan ke lokasi perakitan.

3. Mr. X: Menyediakan pakaian bekas untuk dijadikan sumbu bom.

4. Mr. Y: Ikut merencanakan dan mengawasi proses perakitan.

5. Mr. Z: Penyandang dana, sekaligus pemilik kendaraan yang dipakai membeli material.

Dari lima orang tersebut, baru NS dan AJM alias Lai yang berhasil ditangkap. 

Tiga lainnya masih dalam pengejaran.

Barang Bukti Bom Molotov

Selain 27 botol bom molotov, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lain, antara lain:

* 2 petasan.
* 12 lembar kain perca.
* Gunting besar dan kecil.
* 3 unit ponsel.
* Buku catatan, poster, stiker, dan selebaran orasi.
* Sebuah buku berjudul Gerakan Nasional Pasal 33.
* Satu bendel dokumen bertema “gerakan perlawanan mahasiswa”.
* Kliping koran dan sebuah payung hitam.

Temuan buku, stiker, dan dokumen perlawanan membuat polisi menduga kasus ini memiliki kaitan dengan jaringan yang lebih luas.

Tag

MORE