Arus Terkini

Ide Perakitan Bom Molotov Muncul Dua Hari Sebelum Demo, Berawal dari Pertemuan di Warung Kopi! Dua Tersangka Ditangkap di Samboja

Sabtu, 6 September 2025 21:51

KONFERENSI PERS - Kapolresta Samarinda Kombespol Hendri Umar memperlihatkan barang bukti selain 27 bom molotov, termasuk selebaran orasi, buku, dan payung/HO to Arusbawah.co

ARUSBAWAH.COPolresta Samarinda menetapkan dua tersangka utama dalam kasus perakitan bom molotov yang sempat menghebohkan publik Samarinda. 

Polisi menyebut keduanya sebagai aktor intelektual, yang merancang sekaligus memerintahkan perakitan 27 botol bom molotov yang ditemukan di lingkungan Kampus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman pada 31 Agustus 2025 lalu.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menjelaskan, bom molotov itu rencananya akan digunakan dalam aksi demonstrasi di Gedung DPRD Kaltim pada 1 September 2025. 

Beruntung, rencana itu berhasil digagalkan setelah aparat menemukan bahan peledak tersebut sebelum sempat digunakan.

“Alhamdulillah, dua pelaku ini sudah kita amankan. Mereka adalah aktor-aktor yang tahu banyak dan merencanakan terkait aksi anarkis ini,” kata Hendri dalam konferensi pers, Jumat (5/9/2025).

Lantas, dari mana ide awal untuk perakitan bom molotov di Samarinda ini? 

Penangkapan Dua Otak Perakit Bom Molotov di Samboja

Kedua tersangka ditangkap pada Kamis (4/9/2025) pukul 16.00 WITA di Kilometer 47, Kelurahan Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara. 

Mereka bersembunyi di sebuah lahan kebun milik keluarga salah satu tersangka.

Identitas mereka adalah:

1. NS (38 tahun), warga Kelurahan Air Hitam, Samarinda Ulu. Tidak bekerja, namun diketahui pernah berstatus mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Unmul.

2. AJM alias Lai (43 tahun), warga asal Pematang Siantar, Sumatera Utara, yang berdomisili di Perumahan Villa Tamara, Kelurahan Gunung Kelua, Samarinda Ulu.

Keduanya kini ditahan di Mapolresta Samarinda untuk penyidikan lebih lanjut.

Kronologi Rencana Aksi Anarkis di DPRD Kaltim

Polisi berhasil memetakan jalannya perencanaan aksi ini. Dan ternyata waktunya cukup singkat, hanya sekitar 3 hari, dari aksi demo 1 September, ide perakitan itu muncul. 

Semuanya berawal pada Jumat, 29 Agustus 2025, ketika NS bertemu dengan dua orang lain yang disebut Mr. X dan Mr. Y di sebuah warung kopi.

Dalam pertemuan itu, NS menyampaikan ide membuat bom molotov untuk aksi demonstrasi. 

Usulan itu disetujui oleh X dan Y. 

NS kemudian menghubungi seorang lain, Mr. Z, yang sepakat menyediakan dana untuk membeli bahan baku peledak.

“NS inisiatornya, sementara Z yang menyiapkan biaya. Mereka inilah otak di balik rencana penggunaan bom molotov dalam aksi demo,” ujar Hendri.

 

Tag

MORE