Arus Publik

Penjelasan Unmul soal Logo PKI Kasus Mahasiswa Ditangkap Polisi, HMPS FKIP Juga Buka Suara

Selasa, 2 September 2025 21:45

WAKIL REKTOR - Wakil Rektor III Unmul, Mohammad Bahzar/ Foto Humas Unmul

ARUSBAWAH.CO -  Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda memberikan penjelasan resmi terkait kasus penangkapan mahasiswa yang dikaitkan dengan temuan bom molotov dan simbol Partai Komunis Indonesia (PKI).

Pihak kampus menegaskan bahwa temuan tersebut, berdasarkan penggalian informasi dari program studi (prodi) yang terkait, bukan bagian dari gerakan mahasiswa, melainkan murni aktivitas akademik yang terjadi di Program Studi Sejarah, FKIP Unmul.

Klarifikasi Unmul Soal Simbol PKI

Wakil Rektor III Unmul, Mohammad Bahzar, menyebut pihaknya telah mengantisipasi aksi unjuk rasa mahasiswa dengan melakukan koordinasi bersama BEM dan para wakil dekan.

Koordinasi itu, bahkan hingga adanya beberapa kali pertemuan. 

“Kami sudah melakukan tiga kali pertemuan. Kesepakatannya, gerakan mahasiswa bersifat sosial dan humanis, tidak anarkis,” ujarnya di Samarinda, pada Senin (1/9/2025).

Namun, Bahzar menyayangkan adanya temuan bom molotov yang ditemukan di area mahasiswa Prodi Sejarah.

Ia menegaskan bahwa simbol PKI yang turut diamankan polisi sebenarnya hanya bagian dari materi pembelajaran sejarah.

“Di ruang himpunan mahasiswa memang ada diskusi dan aktivitas seni. Saat polisi datang, kebetulan mereka sedang melukis simbol partai-partai sejak dulu, termasuk PKI. Itu murni akademik,” tambahnya.

Tag

MORE