Helmi Abdullah Pertanyakan Skema Insentif Probebaya yang Tak Pernah Naik
Pertanyaan itu mengemuka dalam diskusi publik “Probebaya Tanpa AH, Bisa?” yang digelar Arusbawah.co pada Ahad, (15/2/2026).
Salah satu pembicara, Ketua DPC Partai Gerindra Samarinda, Helmi Abdullah, menyinggung bahwa saat awal peluncuran, nilai Probebaya sebenarnya dirancang fleksibel.
“Waktu launching itu kan Rp100 juta sampai Rp300 juta. Jadi Rp100 juta itu batas minimal. Bisa naik kalau PAD kita naik,” kata Helmi di hadapan publik.
Ia menjelaskan, dalam rumusan awal program, terdapat skema insentif tambahan yang disebut “Probebaya Award”.
Skema itu dirancang untuk memberi tambahan anggaran kepada RT yang dinilai berprestasi dalam mengelola lingkungan dan pembangunan wilayahnya.
“Waktu itu catatannya ada 10 sampai 20 RT yang bisa dapat insentif tambahan sebagai reward. Maksimal sampai Rp300 juta,” ujarnya.
Selain itu, ada pula konsep tambahan anggaran bagi RT yang memiliki wilayah lebih luas atau infrastruktur yang tertinggal.
Artinya, sejak awal ada ruang penyesuaian berdasarkan kebutuhan dan kinerja.
Namun hingga 2025, kata Helmi, skema insentif tersebut belum pernah dijalankan.
“Pada kenyataannya sampai hari ini tidak dilaksanakan. Jadi janji-janji insentif itu belum jalan,” kata Helmi.
Tag



