Ia menjelaskan kondisi tahap II berbeda dengan tahap I karena lokasinya berada di sepanjang tepian Sungai Mahakam sehingga aspek keamanan menjadi perhatian utama.
“Kalau tahap satu kan sudah jalan. Tahap dua tentu masih menunggu kelayakan karena memang posisinya beda dengan tahap satu,” ujar Helmi.
Menurut Helmi, proyek di kawasan tepian sungai memiliki risiko keselamatan yang lebih tinggi sehingga seluruh fasilitas penunjang harus dipastikan aman sebelum digunakan masyarakat.
“Karena menyangkut sepanjang tepian Sungai Mahakam itu tentunya butuh safety, karena menyangkut keselamatan juga,” katanya.
Ia mengungkapkan Komisi III DPRD Samarinda bahkan telah turun langsung meninjau lokasi guna melihat kondisi di lapangan.
DPRD, kata dia, ingin memastikan kualitas pembangunan benar-benar memenuhi prosedur dan standar yang berlaku.
“Kita berharap aspek safety di sepanjang kawasan itu harus betul-betul sesuai prosedur dan kualitasnya,” tegas Helmi.
(adv)
Tag



