"Seperti penjelasan di atas, kami buat jawaban secara tertulis kepada komisi IV dan saat ini masih proses," tambah pihak RS saat didesak mengenai kapan hasil tersebut bisa dipublikasikan kepada media.
Sementara itu, ibu korban, Rafita, sebelumnya telah menegaskan bahwa transparansi adalah satu-satunya hal yang ia tuntut.
"Harapan saya, ada kejelasan penyebab tangan anak saya bolong. Hasil audit harus secara terbuka," ujarnya.
Hingga Selasa sore, dokumen yang dinanti tersebut masih tertahan di internal manajemen RSUD AWS. (son)
Baca juga:
Tag




