Dalam beberapa waktu terakhir, transfer anggaran dari pemerintah pusat mengalami penyesuaian yang berdampak langsung terhadap kemampuan belanja daerah.
Kondisi itu tentu terasa bagi daerah seperti PPU yang masih memerlukan banyak pembangunan infrastruktur dasar.
Namun bagi saya sebagai bupati, keterbatasan tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti melangkah.
Justru dalam situasi seperti inilah kreativitas, keteguhan, dan kerja sama menjadi kunci utama.
Pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran.
Tetapi juga pada kemampuan mengelola potensi, membangun kemitraan, dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Karena itu, pemerintah daerah akan terus menjalankan program-program prioritas yang menyentuh keperluan masyarakat.
Peningkatan infrastruktur, penguatan ekonomi lokal, pembangunan sumber daya manusia, serta peningkatan pelayanan publik tetap menjadi fokus utama dalam perjalanan pembangunan PPU.
Dalam menjalankan agenda tersebut, kolaborasi menjadi kata kunci yang tidak bisa ditawar.
Pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri.
Kami memerlukan sinergi dari berbagai pihak. Yakni dunia usaha, masyarakat, akademisi, serta seluruh elemen pemangku kepentingan yang memiliki kepedulian terhadap masa depan daerah ini.
Kerja sama dengan pemerintah daerah di Kaltim, juga Pemprov Kaltim dan pemerintah pusat akan terus diperkuat.
Begitu pula dengan dukungan legislatif, baik di tingkat daerah maupun di Senayan.
Sinergi antara eksekutif dan legislatif sangat penting agar berbagai kebijakan pembangunan bisa berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
PPU sebagai Gerbang Nusantara harus mampu memanfaatkan momentum sejarah ini.
Kita tidak hanya menjadi penonton dari pembangunan ibu kota negara, tetapi harus menjadi bagian aktif yang ikut tumbuh bersama Nusantara.
Tag



