Feature

Hanya Ada Saat Bulan Puasa, Bubur Peca 100 Tahun di Samarinda Kini Terancam Tanpa Penerus

Tradisi Bubur Peca 100 Tahun di Masjid Shiratal Mustaqiem

Jumat, 20 Februari 2026 22:29

Mardiana (62) saat memasak bubur peca khas Samarinda berlokasi di Masjid Shiratal Mustaqiem, Samarinda Seberang/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Tahu kah kamu bahwa di Samarinda ada sebuah tradisi turun temurun sejak ratusan tahun lalu yang terus ada hingga kini.

Namanya adalah bubur peca.

Bubur khas ini hanya ada di Masjid Shiratal Mustaqiem, Jalan Pangeran Bendahara, Samarinda Seberang, Kota Samarinda.

Dan uniknya, bubur peca hanya dimasak pada saat bulan suci Ramadan.

Tradisi itu sudah ada sejak sekitar 100 tahun lalu dan tetap bertahan hingga sekarang.

Di balik kepulan asap dari dapur masjid itu, ada sosok Mardiana wanita parubaya berusia 62 tahun.

Perempuan sederhana ini sudah lebih dari 20 tahun menjadi peracik utama bubur peca.

Ia meneruskan tradisi dari ibunya, yang sebelumnya juga meneruskan dari neneknya.

Resepnya turun-temurun, tidak tertulis, hanya diingat dan dirasakan.

“Dari nenek, terus mamak neruskan. Mamak meninggal, saya lagi yang teruskan,” kata Mardiana sambil mengaduk bubur dalam kuali besar ditemui redaksi Arusbawah.co, pada Jumat (20/2/2026).

Proses Memasak Bubur Peca Ramadan: 50 Kilogram Beras Setiap Hari

Setiap hari selama Ramadan, Mardiana dan timnya mulai bekerja sejak pukul 07.30 pagi.

Proses memasak tidak sebentar.

Air harus benar-benar mendidih sebelum beras dimasukkan.

Jika tidak, katanya, hasilnya tidak akan sama.

Bahan utamanya beras.

Dalam sehari, mereka menghabiskan sekitar 50 kilogram beras, bahkan bisa dua karung.

Bubur yang dihasilkan mencapai 300 porsi untuk jemaah berbuka di masjid dan 200 porsi lainnya dibagikan ke masyarakat.

Rempah-rempahnya jadi kunci rasa.

Ada bawang putih, bawang merah, jahe, kayu manis, buah pala, kunyit, ditambah santan dan ayam suwir.

Semua bumbu digiling segar sebelum dimasak.

“Airnya direbus dulu, baru masuk kayu manis sama pala. Kalau sudah mendidih baru beras masuk. Santannya belakangan, masaknya hampir sejam,” jelasnya.

Tag

MORE