Sementara Ariandi tetap berada satu kandang bersama induknya dan menunjukkan kondisi fisik yang relatif stabil.
Orangutan Ini Ternyata Masih Sangat Liar

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur, M Ari Wibawanto, mengatakan Mauliyan dan Ariandi sebenarnya tidak mengalami masalah perilaku liar.
Menurutnya, yang dibutuhkan hanyalah pemulihan kesehatan akibat malnutrisi.
“Perilakunya menurut kami masih liar. Jadi tidak perlu rehabilitasi perilaku, tetapi rehabilitasi untuk meningkatkan kesehatan,” katanya.
Karena insting liar keduanya masih sangat baik, proses rehabilitasi tidak memerlukan waktu lama.
Pada Maret 2024, Mauliyan dan Ariandi akhirnya dilepasliarkan kembali ke Hutan Lindung Gunung Batu Mesangat di Kecamatan Busang, Kutai Timur.
“Ketika dilepasliarkan, Mauliyan bersama anaknya langsung memeluk pohon dan naik bersama-sama,” ujar Widi.
Viral Lagi, Publik Soroti Dampak Tambang terhadap Habitat Orangutan

Viralnya kembali video Mauliyan dan Ariandi membuat perhatian publik internasional kembali tertuju pada ancaman kerusakan habitat orangutan di Kalimantan.
Di tengah masifnya ekspansi tambang dan pembukaan lahan, habitat alami orangutan terus menyusut dan terpecah.
Kondisi itu membuat satwa liar semakin sering muncul di area industri hingga permukiman warga demi mencari makan dan bertahan hidup. (pra)
Konten diproduksi oleh Jurnalis Peduli Satwa di Kalimantan Timur. Berkolaborasi dengan Arusbawah.co
- 'Selamat Jalan, Lion', Pesut Tua yang Hidup Lebih dari 30 Tahun Ditemukan Mati Mengapung di Sungai Mahakam
- Lebaran Unik di Kaltim: Orangutan “Berburu” Ketupat Demi Kembali ke Alam Liar
- Kejadian Langka: Orang Utan Betina Punya Bayi Kembar di Tengah Habitat yang Rusak
- Langka! Orca Terekam di Maratua, Tantangan Baru Penelitian Laut Kaltim
- Orangutan ‘Sam’ Diselamatkan di Kutai Timur, BKSDA dan CAN Bergerak Cepat
Tag




