Namun proses itu tidak mudah. Tiga kali tembakan bius meleset karena kondisi tubuh Mauliyan yang sangat kurus menyulitkan tim menentukan titik aman pembiusan.
Setelah tembakan keempat berhasil mengenai tubuh Mauliyan, induk orangutan itu panik dan bergerak tidak terkendali di atas pohon.
Dalam situasi tersebut, Ariandi sempat terlepas dari pelukan induknya sebelum akhirnya berhasil diamankan tim rescue.
“Melihat bayinya digendong tim rescue, Mauliyan yang setengah terbius mulai turun dari pohon,” ungkap Widi.
Kondisi Mauliyan Sangat Memprihatinkan
Saat dievakuasi, Mauliyan yang diperkirakan berusia 17 tahun mengalami malnutrisi berat dengan Body Condition Score (BCS) hanya 1,5 dari skala maksimal 5.
Tubuhnya tinggal tulang, mata cekung, kulit mengelupas, dan sebagian besar rambut di tubuhnya hilang.
Bahkan saat diperiksa, air susu yang diproduksi Mauliyan sangat sedikit meski ia masih aktif menyusui Ariandi yang diperkirakan berusia tiga tahun.
“Dia mengalami dehidrasi dan kondisi tulang terlihat jelas. Kulitnya sangat kering dan dia masih memiliki anak yang perlu dirawat,” kata Widi.
Kondisi Mauliyan sempat memburuk beberapa hari setelah tiba di pusat rehabilitasi Borneo Orangutan Rescue Alliance (BORA) di Kabupaten Berau.
Ia mengalami hipoglikemia atau kadar gula darah rendah hingga pingsan akibat malnutrisi dan kondisi menyusui.
Paramedis COP, Miftachul Hanifah, mengatakan Mauliyan sempat tidak sadarkan diri dari pagi hingga siang hari.
“Tim medis melakukan terapi cairan dan pemberian minum ditambah madu dan gula. Syukur pada sore hari Mauliyan sudah siuman dan kembali mau makan,” ujarnya.
Mauliyan Naik 14 Kilogram Setelah Dirawat Intensif
Selama menjalani rehabilitasi, Mauliyan mendapat porsi makanan dua kali lebih besar dibanding orangutan lain.
Ia juga diberikan tambahan alpukat, susu kedelai, cairan elektrolit, vitamin, serta suplemen khusus untuk memulihkan kondisi tubuhnya.
Kulit keringnya ditangani menggunakan coconut oil yang dicampurkan ke makanan.
Hasilnya, kondisi Mauliyan perlahan membaik.
Pada Desember 2023, berat badannya naik dari 19 kilogram menjadi 27 kilogram.
Kemudian pada Maret 2024, berat badannya kembali meningkat hingga mencapai 34 kilogram atau bertambah sekitar 14 kilogram sejak pertama dievakuasi.
Tag



