ARUSBAWAH.CO - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar rapat koordinasi di Kantor Gubernur.
Pertemuan intens selama hampir dua setengah jam ini menghasilkan komitmen bersama antara Pemprov dan DPRD Kaltim untuk memperkuat kemandirian fiskal melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud hadir langsung bersama dua wakil ketua, Ananda Emira Moeis dan Ekti Imanuel.
Dari pihak eksekutif, Gubernur didampingi Sekda serta jajaran kepala OPD strategis seperti Bappeda, BPKAD, dan Bapenda.
Fokus utama rapat adalah merumuskan strategi fiskal agar Kaltim tidak semakin bergantung pada dana transfer pusat yang kian menyusut.
Dalam forum tersebut, Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa Kaltim memiliki kapasitas besar untuk membangun fondasi fiskalnya sendiri.
Ia menilai peningkatan PAD adalah langkah kunci menjaga stabilitas keuangan daerah di tengah tekanan fiskal akibat menurunnya kucuran dana pusat.
“Kaltim punya potensi besar untuk mandiri secara fiskal. Kita akan memperkuat pemungutan pajak dan retribusi serta menertibkan kewajiban sektor-sektor produktif,” ujarnya dengan tegas.
Rudy menyebutkan tiga langkah utama yang tengah disiapkan. Pertama, penyusunan perda baru yang lebih adaptif dengan dinamika ekonomi terkini.
Kedua, pembenahan sistem pemungutan agar lebih transparan dan berbasis digital.
Ketiga, memperluas kemitraan dengan dunia usaha, khususnya sektor unggulan seperti energi, kehutanan, hingga jasa transportasi.
“Kita tidak bisa terus bergantung pada pusat. Potensi pajak kendaraan, alat berat, hingga sektor jasa harus dimaksimalkan. Kita juga akan menggenjot kontribusi BUMD agar lebih produktif bagi PAD,” tambahnya.
Tag



