Eni telah mendapatkan perpanjangan kontrak selama 20 tahun untuk blok Ganal dan Rapak, serta izin pengembangan Muara Bakau.
Sejumlah proyek strategis pun terus berjalan, seperti:
- Pengembangan hub baru Northern Hub di Cekungan Kutei (lapangan Geng North dan Gehem).
- Proyek Gendalo–Gandang yang memanfaatkan fasilitas eksisting Jangkrik.
- Proyek Merakes East, yang mulai berproduksi pada Mei 2025.
- Proyek Maha di West Ganal, dengan target start-up pada 2026
Semua proyek tersebut memastikan peran Kalimantan Timur tetap vital dalam rantai produksi LNG Indonesia.
Menanti Langkah Pemerintah dan SKK Migas
Dengan masuknya Petronas ke dalam struktur bisnis Eni melalui joint venture, proses penyerahan PI 10 persen berpotensi mengalami perubahan mekanisme.
Pemerintah Provinsi Kaltim menekankan pentingnya kejelasan skema tersebut karena menyangkut pendapatan daerah dan penguatan peran BUMD energi.
Kini publik dan pemerintah daerah menunggu tindak lanjut resmi dari pemerintah pusat, SKK Migas, Eni, dan Petronas untuk memastikan bahwa hak daerah tidak terabaikan dalam transisi kepemilikan aset ini.
Pertanyaannya tetap sama:
Di tengah merger besar dua raksasa migas ini, kapan PI 10 persen untuk Kaltim benar-benar terealisasi?
(sobiss/pra)
Tag




