Arus Terkini

Ekonomi Kaltim Tumbuh 5,04 Persen pada Triwulan IV 2025, Industri Pengolahan Jadi Motor Utama

Sabtu, 7 Februari 2026 17:52

Caption foto: Ilustrasi industri pengolahan/ IST

ARUSBAWAH.CO -  Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur mencatat pertumbuhan ekonomi Kaltim pada triwulan IV 2025 sebesar 5,04 persen secara year on year.

Capaian tersebut menunjukkan tren positif dibandingkan triwulan sebelumnya, meski secara tahunan sedikit melambat dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, menyampaikan bahwa nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim triwulan IV 2025 atas dasar harga berlaku mencapai Rp230,6 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan sebesar Rp154,73 triliun.

“Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur pada triwulan IV 2025 bila dibandingkan triwulan IV 2024 atau secara year on year (y-on-y) tumbuh sebesar 5,04 persen. Sementara secara quarter to quarter (q-to-q) tumbuh sebesar 3,66 persen,” ujarnya.

Ia menjelaskan, secara y-on-y pertumbuhan ekonomi Kaltim pada triwulan IV 2025 menunjukkan tren positif, terlihat dari besaran pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan triwulan-triwulan sebelumnya

"Namun jika dibandingkan dengan triwulan IV 2024, pertumbuhan tersebut sedikit mengalami perlambatan," paparnya.

Sementara secara q-to-q, pola pertumbuhan sebesar 3,66 persen dinilai mirip dengan dua tahun sebelumnya yang cenderung lebih tinggi dibandingkan triwulan III.

Adapun secara kumulatif (c-to-c) sepanjang 2025, ekonomi Kaltim tumbuh sebesar 4,53 persen.

 

Industri Pengolahan Dominasi Sumber Pertumbuhan

Dari sisi lapangan usaha, sektor pertambangan dan penggalian masih menjadi kontributor terbesar terhadap perekonomian Kaltim secara y-on-y dengan porsi 33,92 persen, diikuti industri pengolahan 20,06 persen, konstruksi 11,05 persen, pertanian kehutanan dan perikanan 9,60 persen, serta perdagangan 7,74 persen.

Meski tambang masih dominan secara struktur ekonomi, Mas’ud menegaskan sektor industri pengolahan menjadi penyumbang andil tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Sektor industri pengolahan memberikan andil positif tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur, yakni sebesar 2,52 persen, diikuti sektor perdagangan sebesar 0,78 persen dan sektor pertanian sebesar 0,48 persen,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 15,96 persen, didorong meningkatnya aktivitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru.

“Peningkatan aktivitas masyarakat pada momen liburan Nataru mendorong pertumbuhan sektor akomodasi dan makan minum,” katanya.

Konsumsi Rumah Tangga dan Ekspor Menguat

Dari sisi pengeluaran, komponen ekspor dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menjadi kontributor terbesar terhadap ekonomi triwulan IV 2025 secara y-on-y, masing-masing sebesar 38,83 persen dan 35,96 persen.

Mas’ud menjelaskan konsumsi rumah tangga tumbuh 5,60 persen, didorong peningkatan jumlah penduduk serta meningkatnya aktivitas belanja masyarakat selama periode libur akhir tahun, terutama pada sektor transportasi, hotel, dan restoran.

“Pertumbuhan konsumsi rumah tangga didorong peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas belanja masyarakat selama periode libur akhir tahun,” ujarnya.

Sementara itu, ekspor barang dan jasa sebagai kontributor terbesar ekonomi Kaltim tumbuh 5,62 persen, seiring meningkatnya pengiriman komoditas unggulan daerah.

“Pertumbuhan ekspor didorong peningkatan ekspor komoditas unggulan seperti batubara, pupuk, bahan kimia, semen, serta minyak kelapa sawit dan turunannya,” jelasnya.

Dari sisi sumber pertumbuhan, ekspor menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 dengan kontribusi sekitar 5,10 persen, diikuti konsumsi rumah tangga sebesar 0,8 persen dan PMTB sebesar 0,38 persen.

(raf)

 

Tag

MORE