Arus Publik

Doktor FH Unmul Soroti Eks Napi Pemilu Jadi Kepsek SKOI Kaltim: Pernah Gagal Menjalankan Mandat, Ngapain Percaya Lagi?

Sabtu, 7 Februari 2026 16:53

Herdiansyah Hamzah, Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman Samarinda/ Foto: jurnalrepublika

ARUSBAWAH.CO -  Polemik pengangkatan eks terpidana pidana pemilu sebagai kepala sekolah di Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) Kalimantan Timur tengah menjadi sorotan publik Benua Etam.

Pengamat hukum tata negara Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah, menilai persoalan ini bukan sekadar administratif, tetapi menyangkut etika dan integritas dalam dunia pendidikan.

“Ini problemnya adalah problem etik, cara kita memberi pendidikan kepada seseorang. Kalau kita menempatkan seseorang yang cacat, rekam jejaknya bermasalah, bagaimana kita hendak mengajari murid-murid. Kita seolah-olah seperti kekurangan orang," tutur pria yang akrab disapa Castro ini saat dihubungi Arusbawah.co, Sabtu (07/02/2026). 

Menurut Castro, kepala sekolah merupakan figur teladan bagi siswa. Karena itu, rekam jejak dan integritas harus menjadi pertimbangan utama dalam memilih pemimpin pendidikan.

“Saya kira masih banyak orang-orang yang berintegritas, punya rekam jejak bagus, tidak pernah punya pengalaman buruk seperti gagal menjalankan mandat dan sebagainya. Kalau seseorang sudah pernah gagal menjalankan mandat, mengapa kita percaya lagi kepada dia," ucap dosen yang telah meraih gelar Doktor dari Fakultas Hukum UGM tersebut. 

Ia menilai pengangkatan figur yang memiliki persoalan integritas berpotensi memberikan contoh yang keliru kepada peserta didik.

“Serahkan kepada orang-orang yang punya kompetensi, kapasitas, dan integritas. Karena kita mendidik anak-anak sekolah, fondasi dasarnya adalah integritas," katanya. 

Castro juga mengkritik logika penunjukan pemimpin yang pernah bermasalah dalam urusan integritas

Tag

MORE