Arus Publik

Dua Kepala Daerah di Kaltim Dapat Kritik di 100 Hari Masa Jabatan

Rabu, 4 Juni 2025 11:35

KOLASE - Aksi HMI Samarinda di depan Balai Kota Samarinda dan unggahan postingan BEM KM Unmul Samarinda/ Foto: IST (kolase oleh Arusbawah.co)

ARUSBAWAH.CO -  Genap 100 hari menjabat, dua kepala daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) dikritik oleh kelompok mahasiswa

Di Samarinda, Walikota Andi Harun dan Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri dikritik langsung lewat aksi demonstrasi oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Samarinda. 

Sementara Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakilnya Seno Aji mendapat rapor merah dari Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Mulawarman.

Kritik terhadap 100 hari kepemimpinan Walikota Samarinda Andi Harun-Saefuddin Zuhri membuat puluhan mahasiswa HMI turun ke jalan, Selasa (3/6/2025), 

Mereka membawa tuntutan atas sejumlah isu  yang dinilai belum terselesaikan secara serius. 

Ketua HMI Cabang Samarinda, Syahril Hailil, menyebut aksi itu bukan bentuk permusuhan, tapi ekspresi keprihatinan.

“Kami tidak datang membawa prasangka, tapi harapan. Harapan ini kami serahkan langsung kepada pemerintah agar bisa diimplementasikan,” kata Syahril di tengah aksi.

Masalah banjir menjadi salah satu perhatian utama dalam aksi. 

HMI mengkritik pemerintah yang kerap menyalahkan curah hujan tanpa menyertakan bukti nyata atas kerja mitigasi yang sistematis. 

Mereka menilai problem banjir harus dilawan dengan kebijakan teknis, bukan pernyataan retoris.

“Luapan hujan tidak bisa jadi alasan. Seharusnya ada mitigasi sejak awal. Apakah pengendalian banjir dilakukan secara serius dan masif? Kami ragu,” tegas Syahril dalam orasinya.

Selain itu, longsor di Terowongan Samarinda yang baru saja diresmikan juga dipertanyakan. 

Menurut massa aksi, insiden itu menunjukkan lemahnya kajian teknis dalam pembangunan infrastruktur kota yang semestinya tak terjadi dalam hitungan bulan pascaproyek rampung.

Tag

MORE