ARUSBAWAH.CO - Tragedi bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh hingga Sumatra Barat menjadi perhatian serius bagi DPRD Kalimantan Timur.
Lima kalimat pembuka menggambarkan situasi yang menunjukkan bahwa kerentanan lingkungan bukan hanya persoalan wilayah lain.
Ancaman serupa juga menghantui Kaltim bila tata kelola mitigasi tidak disiapkan dengan matang.
Peringatan ini disampaikan agar pemerintah daerah tidak mengulang kegagalan antisipasi seperti di Sumatera.
DPRD Kaltim menilai bahwa pembangunan yang hanya mengejar pertumbuhan tanpa kontrol lingkungan akan meninggalkan risiko besar bagi masyarakat.
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menegaskan bahwa arah anggaran daerah tidak boleh melupakan aspek keselamatan ekologis.
Ia menyatakan bahwa APBD harus tetap berlandaskan mandatory spending yang prioritasnya meliputi pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur dasar.
Tag



