Bantuan ini diharapkan menjadi penopang ketika Kaltim menghadapi situasi darurat berskala besar.
Namun Andi menegaskan, jika bencana melebihi kemampuan daerah, permohonan bantuan tambahan ke pusat akan segera dilayangkan.
“Kalau stok tidak cukup ketika musibah besar, baru minta bantu pusat,” ujarnya singkat.
Kesiapsiagaan logistik menjelang puncak musim hujan menjadi sorotan penting, mengingat Kaltim berada pada peta risiko tinggi banjir di sejumlah wilayah seperti Kutai Kartanegara, Mahakam Ulu, Berau, dan Samarinda.
Arah kebijakan Dissos kini menitikberatkan pada respons cepat, bukan sekadar menunggu laporan datang.
Di tengah perubahan iklim dan ancaman cuaca ekstrem yang tidak menentu, penanganan bencana tidak lagi cukup dengan seremonial kesiapan.
Ketersediaan logistik dan distribusi terencana menjadi penentu nyawa warga yang terdampak pertama kali.
(ir/adv/diskominfokaltim)
Tag



