Strategi ini dilakukan agar logistik tidak terkunci di gudang pemerintah provinsi ketika bencana terjadi secara mendadak dan akses transportasi putus.
Saat ini sekitar 4.000 paket logistik disiagakan di tingkat provinsi.
Paket tersebut berisi kebutuhan darurat untuk memenuhi bantuan jangka pendek pada fase awal tanggap darurat.
“Jumlah itu cukup untuk kebutuhan jangka pendek. Di provinsi, ada stok antisipasi akhir dan awal tahun,” jelas Andi.
Ia menambahkan, stok awal tahun harus disiapkan dari sekarang.
Bila logistik menunggu anggaran tahun berjalan cair, prosesnya bisa tertunda dua bulan lebih.
“Kami juga menyiapkan stok awal tahun. Menghindari kekosongan. Kalau nunggu anggaran berjalan, perlu 1–2 bulan,” tegasnya.
Selain stok daerah, dukungan tambahan dari pemerintah pusat juga sudah dikonfirmasi.
Nilai bantuan mencapai hampir Rp1 miliar, digunakan untuk suplai dan peralatan penanggulangan bencana.
Tag



