Advertorial

Diskominfo Kalimantan Timur

Dissos Kaltim Siagakan 4.000 Paket Logistik Bencana Jelang Akhir Tahun, Antisipasi Musibah Tanpa Menunggu Anggaran

Senin, 1 Desember 2025 19:49

BERBICARA - Kepala Dinas Sosial Kaltim, Andi Muhammad Ishak/Foto: IG @dinsos_kaltim

ARUSBAWAH.CO - Menjelang akhir tahun 2025 dan persiapan memasuki 2026, Dinas Sosial (Dissos) Kalimantan Timur bergerak cepat.

Stok logistik penanggulangan bencana dipastikan aman dan terus diperbaharui, tanpa menunggu situasi darurat tiba.

Kepala Dinas Sosial Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menegaskan kesiapsiagaan yang sekarang dilakukan adalah pelajaran besar dari banjir Mahakam Ulu beberapa waktu lalu, yang sempat menunda respons lapangan akibat akses terputus dan logistik terlambat masuk.

Andi tidak menutup-nutupi kondisi sebelumnya.

Ia mengakui pengalaman itu menuntut perubahan sistem distribusi.

“Banjir besar di Mahakam Ulu jadi pengalaman untuk berbenah. Karena itu distribusi logistik sekarang dijalankan lebih awal agar ketika musibah muncul, penanganan bisa cepat,” ungkapnya.

Menurutnya, pengadaan dan pembaruan logistik dilakukan secara berkala setiap triwulan.

Di triwulan terakhir 2025, sebagian paket bantuan sudah dikirim ke kabupaten/kota, terutama daerah rawan banjir dan longsor.

“Kami distribusikan ke dekat kawasan rawan,” katanya.

Strategi ini dilakukan agar logistik tidak terkunci di gudang pemerintah provinsi ketika bencana terjadi secara mendadak dan akses transportasi putus.

Saat ini sekitar 4.000 paket logistik disiagakan di tingkat provinsi.

Paket tersebut berisi kebutuhan darurat untuk memenuhi bantuan jangka pendek pada fase awal tanggap darurat.

“Jumlah itu cukup untuk kebutuhan jangka pendek. Di provinsi, ada stok antisipasi akhir dan awal tahun,” jelas Andi.

Ia menambahkan, stok awal tahun harus disiapkan dari sekarang.

Bila logistik menunggu anggaran tahun berjalan cair, prosesnya bisa tertunda dua bulan lebih.

“Kami juga menyiapkan stok awal tahun. Menghindari kekosongan. Kalau nunggu anggaran berjalan, perlu 1–2 bulan,” tegasnya.

Selain stok daerah, dukungan tambahan dari pemerintah pusat juga sudah dikonfirmasi.

Nilai bantuan mencapai hampir Rp1 miliar, digunakan untuk suplai dan peralatan penanggulangan bencana.

Bantuan ini diharapkan menjadi penopang ketika Kaltim menghadapi situasi darurat berskala besar.

Namun Andi menegaskan, jika bencana melebihi kemampuan daerah, permohonan bantuan tambahan ke pusat akan segera dilayangkan.

“Kalau stok tidak cukup ketika musibah besar, baru minta bantu pusat,” ujarnya singkat.

Kesiapsiagaan logistik menjelang puncak musim hujan menjadi sorotan penting, mengingat Kaltim berada pada peta risiko tinggi banjir di sejumlah wilayah seperti Kutai Kartanegara, Mahakam Ulu, Berau, dan Samarinda.

Arah kebijakan Dissos kini menitikberatkan pada respons cepat, bukan sekadar menunggu laporan datang.

Di tengah perubahan iklim dan ancaman cuaca ekstrem yang tidak menentu, penanganan bencana tidak lagi cukup dengan seremonial kesiapan.

Ketersediaan logistik dan distribusi terencana menjadi penentu nyawa warga yang terdampak pertama kali.

 

(ir/adv/diskominfokaltim)

Tag

MORE