Arus Publik

Diskusi Publik Arusbawah.co

Diskusi Probebaya di Samarinda, Helmi Abdullah: Saya Kalau Diberi Amanah, Tentu akan Lanjutkan

Kamis, 19 Februari 2026 11:10

Wawancara Helmi Abdullah, Ketua DPC Partai Gerindra juga Ketua DPRD Kota Samarinda/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Aula Gedung Science Learning Center (SLC) Universitas Mulawarman siang itu terasa hangat.

Diskusi publik yang digelar media online Arusbawah.co, Minggu (15/2/2026) mengangkat satu pertanyaan yang cukup menggelitik yaitu, “Probebaya Tanpa AH, Bisa?

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Samarinda, Helmi Abdullah, hadir berdiskusi dan ikut angkat suara.

Helmi Abdullah Tegaskan Masa Depan Probebaya di Samarinda

Di hadapan puluhan peserta diskusi, Helmi bicara tegas soal masa depan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) yang selama ini dikenal dengan alokasi Rp100 juta per RT per tahun di Kota Samarinda.

Ia mengingatkan, secara Undang-Undang, Andi Harun tak lagi bisa maju di Pilkada berikutnya, dua periode sudah cukup.

“Pak Andi Harun ini sudah dua periode. Secara undang-undang tidak mungkin lagi maju sebagai Wali Kota Samarinda. Jadi pasti 2029 nanti akan ada pemimpin-pemimpin baru,” kata Helmi Abdullah dalam sesi wawancara kepada awak media usai diskusi di hari yang sama.

Menurut dia, pergantian kepemimpinan adalah hal biasa dalam demokrasi.

Tapi, kata dia, yang tak boleh ikut berganti adalah program yang sudah terbukti memberi manfaat bagi kurang lebih 39.003 Rukun Tetangga (RT) se-Kota Samarinda.

Probebaya Dinilai Bukan Sekadar Program Populis

Helmi menilai Probebaya bukan sekadar program populis.

Ia menyebut dampaknya terasa sampai ke level paling bawah, yakni Rukun Tetangga (RT).

“Program ini bagus. Dampaknya sampai di tingkat RT. Itu nyata,” ujarnya.

Ia bahkan terang-terangan mengaku tak gengsi jika harus melanjutkan program yang dirintis Andi Harun.

Siapa pun wali kota berikutnya, kata Helmi, mestinya tak ragu meneruskan kebijakan yang sudah berjalan baik.

“Kalau programnya bagus, ya kenapa tidak dilanjutkan? Saya sendiri kalau diberi amanah, tentu akan lanjutkan. Tidak ada malu-malu mencontoh program yang memang baik,” tegasnya.

 

Tanggung Jawab Moral Kader Gerindra

Sebagai kader Gerindra, Helmi juga menyinggung faktor kedekatan politik.

Andi Harun berasal dari partai yang sama dengan dirinya.

Bagi dia, ada tanggung jawab moral untuk menjaga keberlanjutan program tersebut.

“Pak Andi Harun itu kader Gerindra. Tentu idealnya ada kader Gerindra juga yang melanjutkan. Apalagi programnya sudah terbukti bagus,” katanya.

Helmi Dorong Probebaya Naik Kelas hingga Rp300 Juta per RT

Namun Helmi tak ingin Probebaya hanya sekedar jalan di tempat.

Kedepan, ia mendorong agar program itu “naik kelas”.

Menurut Helmi, Probebaya bukan hanya dipertahankan, tapi ditingkatkan kualitas dan cakupannya.

“Program ini sudah bagus. Tapi supaya ke depan lebih bagus lagi, ya harus naik kelas,” ucapnya.

Naik kelas yang ia maksud bukan sekadar slogan.

Helmi menyebut harus ada penambahan anggaran, tentu disesuaikan dengan kemampuan APBD Kota Samarinda.

Jika selama ini setiap RT mendapat Rp100 juta, ke depan bisa saja ditambah hingga Rp300 juta.

“Bisa saja dananya ditingkatkan, bukan cuma Rp100 juta. Tapi tentu lihat kemampuan keuangan daerah,” katanya.

Minta Kolaborasi Antar RT dan Dampak untuk Warga Samarinda

Selain itu, ia mendorong pola kolaborasi antar-RT.

Kata Helmi, Jadi bukan hanya satu RT bergerak sendiri, melainkan beberapa RT bekerja sama dalam satu kegiatan yang berdampak lebih luas bagi masing-masing RT dan warga.

“Nanti bisa dikolaborasikan beberapa RT. Yang programnya bagus, bisa juga kita beri reward,” ujarnya.

Terakhir, Helmi menegaskan bahwa setiap rupiah anggaran yang digelontorkan harus benar-benar terasa manfaatnya bagi warga Samarinda.

“Kita ini keluarkan anggaran, ya harus ada dampaknya untuk kota ini. Harus terasa bagi masyarakat,” pungkasnya.

(wan)

 

Tag

MORE