Tingginya intensitas penggunaan itu, kata dia, ikut mempercepat kerusakan di sejumlah bagian bangunan.
Kebocoran hingga Banjir di Lantai Dua Rujab
Beberapa persoalan yang ditemukan antara lain kebocoran atap, instalasi listrik yang bermasalah, hingga sistem air yang tidak berfungsi normal.
Dalam rincian teknis, anggaran Rp3 miliar tersebut digunakan untuk memperbaiki kebocoran atap, pembenahan instalasi listrik, perbaikan pipa air yang tidak mengalir, serta penggantian pompa air yang sudah dalam kondisi rusak.
Astri bahkan mengungkapkan kondisi ekstrem yang sempat terjadi pada 2025 lalu, saat hujan deras melanda Samarinda.
Saat itu, bagian lantai dua rumah jabatan dilaporkan sempat terendam air akibat kebocoran yang parah.
“Pernah di 2025, waktu hujan ekstrem sampai banjir di mana-mana, kondisi paling parah itu lantai dua Rujab Gubernur terendam air. Pendopo Odah Etam juga bocor karena ada bagian yang bolong,” ungkapnya.
(wan)
Tag




