Sementara itu, pada tahun anggaran 2025, Program GratisPol telah terealisasi kepada 24.890 mahasiswa dengan total bantuan mencapai Rp133,38 miliar.
Rinciannya meliputi:
- GratisPol Dalam Daerah: 21.636 mahasiswa (Rp104,49 miliar)
- GratisPol Luar Daerah: 2.012 mahasiswa (Rp16,21 miliar)
- GratisPol Luar Negeri: 71 mahasiswa (Rp1,82 miliar)
- GratisPol Kerja Sama: 477 mahasiswa (Rp4,96 miliar)
- GratisPol Khusus Afirmasi: 694 mahasiswa (Rp5,91 miliar)
Menurut Dasmiah, peningkatan jumlah penerima dan besaran anggaran pada 2026 menunjukkan komitmen Pemprov Kaltim dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Ia menegaskan, keberlanjutan anggaran hingga 2027 menjadi bukti bahwa Program GratisPol bukan sekadar program jangka pendek, melainkan bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia yang menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
"Komitmen ini diharapkan memberikan kepastian kepada mahasiswa dan keluarga bahwa bantuan pendidikan akan terus berjalan sesuai program yang telah ditetapkan pemerintah daerah," pungkasnya. (red)
- Pemprov Kaltim Kasih Kesempatan Terakhir, 9.562 Mahasiswa Belum Daftar Gratispol
- Bedah Realisasi Keuangan 7 Program GratisPol Rudy-Seno di 2025, Ada yang Nyaris 100 Persen hingga Masih 17 Persen
- Biro Kesra Buka Data Verifikasi Gratispol, Tiga Mahasiswa Pelapor Ditolak Sistem karena Usia Tak Sesuai Pergub 24/2025
- Sosialisasi LPTQ Kaltim: Kuliah Gratis di Al-Azhar Mesir, Biaya Hidup Dibantu Pemprov Kaltim hingga Rp13 Juta per Tahun
Tag




