ARUSBAWAH.CO - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memastikan pencairan bantuan biaya pendidikan melalui Program GratisPol terus berjalan sesuai tahapan.
Terbaru, pencairan Tahap IV telah dilakukan, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah menjaga keberlanjutan program unggulan tersebut hingga tahun anggaran 2027.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltim, Dasmiah, mengatakan Pemerintah Provinsi tetap konsisten menjalankan Program GratisPol sebagai salah satu prioritas Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
"Tahap IV sudah cair. Program GratisPol tetap berjalan dan anggarannya sudah dipastikan hingga tahun 2027. Ini merupakan bentuk konsistensi Pak Gubernur dalam menjalankan program prioritas di bidang pendidikan," ujar Dasmiah dalam keterangannya kepada Arusbawah.co
Tahap IV Sudah Cair, Total 66.868 Mahasiswa Terima Bantuan 2026
Berdasarkan data Biro Kesra, sepanjang tahun 2026 bantuan biaya pendidikan telah disalurkan melalui empat tahapan penetapan.
Pada SK Tahap I, bantuan diberikan kepada 21.127 mahasiswa dari 57 perguruan tinggi dengan total anggaran Rp103,16 miliar.
Selanjutnya pada SK Tahap II, bantuan disalurkan kepada 27.548 mahasiswa di 52 perguruan tinggi senilai Rp117,55 miliar.
Sementara SK Tahap III mencakup 14.928 mahasiswa dari 206 perguruan tinggi dengan nilai bantuan Rp67,79 miliar.
Adapun Tahap IV, yang kini telah dicairkan, mencakup 3.265 mahasiswa di 287 perguruan tinggi dengan total anggaran Rp22,04 miliar.
Secara keseluruhan, hingga Tahap IV, Program GratisPol telah menjangkau 66.868 mahasiswa pada 315 perguruan tinggi dengan total nilai bantuan mencapai Rp310,56 miliar.
Penyaluran Disesuaikan Jenis Program
Dasmiah menjelaskan, mekanisme penyaluran dana dilakukan sesuai jenis program pendidikan yang diikuti mahasiswa.
Untuk peserta GratisPol Dalam Daerah, dana bantuan ditransfer langsung ke rekening perguruan tinggi pelaksana di Kalimantan Timur.
Sementara bagi peserta GratisPol Luar Daerah, Luar Negeri, Program Khusus, dan Afirmasi, dana disalurkan langsung ke rekening mahasiswa penerima.
Sebelum pencairan dilakukan, Biro Kesra terlebih dahulu melaksanakan proses penetapan penerima, dimulai dari pengumuman calon penerima, penyusunan Surat Keputusan (SK) penetapan, hingga penetapan resmi penerima bantuan.
"Tahapan tersebut kami lakukan untuk memastikan seluruh penerima telah memenuhi ketentuan sebelum dana disalurkan," jelas Dasmiah.
Realisasi 2025 Sentuh Rp133,38 Miliar
Sementara itu, pada tahun anggaran 2025, Program GratisPol telah terealisasi kepada 24.890 mahasiswa dengan total bantuan mencapai Rp133,38 miliar.
Rinciannya meliputi:
- GratisPol Dalam Daerah: 21.636 mahasiswa (Rp104,49 miliar)
- GratisPol Luar Daerah: 2.012 mahasiswa (Rp16,21 miliar)
- GratisPol Luar Negeri: 71 mahasiswa (Rp1,82 miliar)
- GratisPol Kerja Sama: 477 mahasiswa (Rp4,96 miliar)
- GratisPol Khusus Afirmasi: 694 mahasiswa (Rp5,91 miliar)
Menurut Dasmiah, peningkatan jumlah penerima dan besaran anggaran pada 2026 menunjukkan komitmen Pemprov Kaltim dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Ia menegaskan, keberlanjutan anggaran hingga 2027 menjadi bukti bahwa Program GratisPol bukan sekadar program jangka pendek, melainkan bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia yang menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
"Komitmen ini diharapkan memberikan kepastian kepada mahasiswa dan keluarga bahwa bantuan pendidikan akan terus berjalan sesuai program yang telah ditetapkan pemerintah daerah," pungkasnya. (red)
- Pemprov Kaltim Kasih Kesempatan Terakhir, 9.562 Mahasiswa Belum Daftar Gratispol
- Bedah Realisasi Keuangan 7 Program GratisPol Rudy-Seno di 2025, Ada yang Nyaris 100 Persen hingga Masih 17 Persen
- Biro Kesra Buka Data Verifikasi Gratispol, Tiga Mahasiswa Pelapor Ditolak Sistem karena Usia Tak Sesuai Pergub 24/2025
- Sosialisasi LPTQ Kaltim: Kuliah Gratis di Al-Azhar Mesir, Biaya Hidup Dibantu Pemprov Kaltim hingga Rp13 Juta per Tahun




