Fasilitas ini akan memproduksi berbagai kebutuhan kelistrikan, termasuk kabel, trafo, tiang listrik, dan tiang pancang.
“Selama ini, penunjang kelistrikan diambil dari Jawa. Kenapa kita tidak buat sendiri di Kaltim,” kata Zhang Shimin.
Teknologi dan Kapasitas Pembangkit Listrik Bioenergi
Liu Suiping, Senior Advisor Shanghai Shijing, menambahkan bahwa pabrik pembangkit bioenergi akan dilengkapi solar panel dengan kapasitas 750 watt per panel, dengan umur pakai hingga 25 tahun.
Untuk pabrik penunjang kelistrikan, bahan baku utama adalah silica, yang banyak tersedia di Kaltim, termasuk Kutai Kartanegara dan Berau.
Selain itu, perusahaan juga merencanakan pembangkit listrik tenaga sampah, memanfaatkan sampah Samarinda yang mencapai 600 ton per hari.
Dengan tambahan sampah dari wilayah Kutai Kartanegara, energi listrik yang dihasilkan diperkirakan mencapai 20 MW. (adv)
Tag



