Advertorial

Diskominfo Kaltim

China Siapkan Investasi Rp900 Miliar untuk Pembangkit Listrik Biodiesel dan Infrastruktur Kelistrikan di Kaltim

Shanghai Shijing New Energy Technology Tertarik Investasi di Kal

Jumat, 15 Agustus 2025 11:12

JABAT TANGAN - Perusahaan asal China, Shanghai Shijing New Energy Technology Co. Ltd, menunjukkan minat untuk menanamkan investasi sebesar Rp900 miliar di sektor kelistrikan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim)/ Foto: HO

ARUSBAWAH.CO -  Perusahaan asal China, Shanghai Shijing New Energy Technology Co. Ltd, menunjukkan minat untuk menanamkan investasi sebesar Rp900 miliar di sektor kelistrikan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menjelaskan perusahaan tersebut berencana membangun dua fasilitas utama: pabrik pembangkit listrik biodiesel dan pabrik penunjang kelistrikan yang berlokasi di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Kebutuhan listrik kita pasti besar, apalagi dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara. Saya pikir cocok, silakan buat di sini,” kata Gubernur Rudy saat menerima audensi perwakilan perusahaan di Rumah Jabatan Gubernur Kaltim, Kompleks Pendopo Lamin Etam.

Catatan Gubernur untuk Investasi yang Berkelanjutan

Meski mendukung investasi ini, Gubernur Rudy memberikan sejumlah catatan penting, terutama soal pasokan bahan baku. Menurutnya, pasokan harus cukup agar proyek bisa berjalan jangka panjang.

“Jangan sampai kita bangun, tapi tidak ekonomis dan tidak memberi manfaat bagi masyarakat,” pesan Gubernur.

Pengalaman dan Komitmen Shanghai Shijing New Energy Technology

Zhang Shimin, Executive Vice President Shanghai Shijing New Energy Technology, menyatakan bahwa perusahaan mereka berpengalaman dalam mengubah limbah menjadi biodiesel dan bioenergi.

Ia juga mengundang Gubernur Rudy untuk mengunjungi pabrik biodiesel dan bioenergi mereka di Anhui, China.

Untuk pabrik biodiesel, perusahaan siap menggelontorkan Rp500 miliar. Proyek ini akan mengolah limbah B3 dan oli bekas menjadi biodiesel.

Gubernur berharap perusahaan bisa menjalin kerja sama dengan perusahaan tambang lokal di Kaltim untuk penyediaan oli bekas sebagai bahan baku.

Pabrik Penunjang Kelistrikan dengan Investasi Rp400 Miliar

Selain biodiesel, Shanghai Shijing juga menyiapkan pabrik penunjang kelistrikan dengan nilai investasi Rp400 miliar, sehingga total investasi mencapai Rp900 miliar.

Pabrik ini akan dibangun di atas lahan 52 hektare milik Pemprov Kaltim dan bekerja sama dengan perusahaan daerah seperti PT Melati Bhakti Satya (MBS).

Fasilitas ini akan memproduksi berbagai kebutuhan kelistrikan, termasuk kabel, trafo, tiang listrik, dan tiang pancang.

“Selama ini, penunjang kelistrikan diambil dari Jawa. Kenapa kita tidak buat sendiri di Kaltim,” kata Zhang Shimin.

Teknologi dan Kapasitas Pembangkit Listrik Bioenergi

Liu Suiping, Senior Advisor Shanghai Shijing, menambahkan bahwa pabrik pembangkit bioenergi akan dilengkapi solar panel dengan kapasitas 750 watt per panel, dengan umur pakai hingga 25 tahun.

Untuk pabrik penunjang kelistrikan, bahan baku utama adalah silica, yang banyak tersedia di Kaltim, termasuk Kutai Kartanegara dan Berau.

Selain itu, perusahaan juga merencanakan pembangkit listrik tenaga sampah, memanfaatkan sampah Samarinda yang mencapai 600 ton per hari.

Dengan tambahan sampah dari wilayah Kutai Kartanegara, energi listrik yang dihasilkan diperkirakan mencapai 20 MW. (adv)

Tag

MORE