Zhang Shimin, Executive Vice President Shanghai Shijing New Energy Technology, menyatakan bahwa perusahaan mereka berpengalaman dalam mengubah limbah menjadi biodiesel dan bioenergi.
Ia juga mengundang Gubernur Rudy untuk mengunjungi pabrik biodiesel dan bioenergi mereka di Anhui, China.
Untuk pabrik biodiesel, perusahaan siap menggelontorkan Rp500 miliar. Proyek ini akan mengolah limbah B3 dan oli bekas menjadi biodiesel.
Gubernur berharap perusahaan bisa menjalin kerja sama dengan perusahaan tambang lokal di Kaltim untuk penyediaan oli bekas sebagai bahan baku.
Pabrik Penunjang Kelistrikan dengan Investasi Rp400 Miliar
Selain biodiesel, Shanghai Shijing juga menyiapkan pabrik penunjang kelistrikan dengan nilai investasi Rp400 miliar, sehingga total investasi mencapai Rp900 miliar.
Pabrik ini akan dibangun di atas lahan 52 hektare milik Pemprov Kaltim dan bekerja sama dengan perusahaan daerah seperti PT Melati Bhakti Satya (MBS).
Tag



