Arus Publik

Konten Peduli Satwa

Cerita di Balik Peristiwa Orang Utan Mengais Sampah di Tepi Jalur Perdau Bengalon (Part 2)

Jumat, 6 Februari 2026 11:31

LOKASI - Lokasi penemuan Sam, orang utan mengais sampah di Bengalon (Dok: Jaringan Penulis Alam)

 

Upaya BKSDA Kaltim

Kepala BKSDA Kaltim, M. Ari Wibawanto, menjelaskan konteks lebih luas terkait habitat orang utan di Kutai Timur. 

“Landscape orang utan di kawasan ini dibatasi oleh Sungai Kelay di utara dan Sungai Sangatta/Bengalon di selatan. Habitat alami mereka kini terfragmentasi akibat pembangunan ekonomi, seperti pertambangan dan perkebunan. Selama 2025 saja, 47 individu orang utan terpaksa diselamatkan karena tidak punya tempat lain untuk bertahan hidup. Mereka makan di pinggir jalan, mengais sampah—itulah kondisi yang memaksa kita melakukan rescue," katanya. 

BKSDA bersama para pelaku usaha dan masyarakat setempat tengah merancang solusi agar orang utan dapat hidup berdampingan dengan manusia.

Salah satunya adalah menetapkan lokasi cadangan, membuat jalur migrasi alami, dan area perservasi di luar kawasan konservasi.

Orang utan adalah spesies payung,” lanjut Ari. “Jika kita menjaga mereka, satwa lain seperti macan dahan, beruang, dan berbagai fauna juga ikut terlindungi. Area cadangan ini akan mirip kawasan konservasi—tetap dijaga, tidak digarap, dan memberikan ruang hidup aman bagi satwa liar," jelasnya. 

Rescue Terus Berlanjut: Harapan untuk Populasi Orang Utan

Saat ini, BKSDA telah mengidentifikasi 12 individu yang harus diselamatkan segera, menunggu kondisi di lapangan memungkinkan translokasi.

Tag

MORE