Penggusuran Pasar Subuh Samarinda
Ketiga, penggusuran Pasar Subuh Samarinda yang memukul penghidupan ratusan pedagang informal, sebagian di antaranya telah berdagang lintas generasi.
Kriminalisasi Warga Desa Telemow di Kawasan IKN
Keempat, kriminalisasi warga Desa Telemow di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sejumlah warga dilaporkan berhadapan dengan aparat setelah mempertahankan ruang hidup mereka di tengah percepatan pembangunan.
Kriminalisasi oleh PTPN Long Ikis
Kelima, kriminalisasi oleh PTPN Long Ikis terhadap warga yang bersengketa lahan dengan perusahaan perkebunan.
Konflik ini menyoroti persoalan lama agraria antara BUMN dan masyarakat lokal.
Dugaan Rekayasa Kasus di Muara Kate
Keenam, dugaan rekayasa kasus di Muara Kate yang berujung pada tewasnya seorang warga.
Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan aparat penegak hukum dan meninggalkan pertanyaan serius soal perlindungan hak hidup warga.
Advokasi Massa Aksi Demonstrasi 1 September 2025
Ketujuh, advokasi terhadap massa aksi demonstrasi 1 September 2025.
Dalam peristiwa itu, sejumlah mahasiswa aksi dilaporkan mengalami penangkapan oleh aparat kepolisian, intimidasi, hingga pembatasan hak menyampaikan pendapat.
Catatan Akhir Tahun sebagai Pengingat Perjuangan Keadilan
Bagi LBH Samarinda, Catahu 2025 menegaskan bahwa di balik data, grafik, dan laporan, ada manusia yang kehilangan tanah, ruang hidup, penghasilan, bahkan nyawa.
Negara, dalam banyak kasus, masih tampil sebagai kekuatan dominan yang sulit disentuh.
Catatan itu, kata Irfan, bukan akhir cerita, melainkan pengingat bahwa perjuangan keadilan, terutama bagi kelompok rentan dan lingkungan hidup, masih jauh dari selesai.
(wan)
Tag




