Pendampingan dilakukan untuk mengidentifikasi kekurangan pengelolaan limbah, baik dari sisi fisik instalasi maupun tata kelola operasional dapur.
Suwarso menjelaskan, pendampingan tersebut akan dilakukan secara bertahap oleh tim DLH, termasuk Kepala Bidang Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan.
“Dari DLH sudah membuat jadwal untuk melakukan pendampingan tata cara pengelolaan limbah cair di dapur SPPG. Tahap awal ada sekitar 10 SPPG yang kita sasar untuk pendampingan,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses pendampingan juga bertujuan membantu SPPG mendapatkan persetujuan teknis sebagai syarat penerbitan surat layak operasi.
“Persetujuan teknis itu nanti didampingi oleh DLH. Setelah memenuhi, baru bisa dikeluarkan pertimbangan teknis atau surat layak operasi,” katanya.
Target Perbaikan Bergantung Komitmen Pengelola
DLH memperkirakan proses pendampingan bisa berlangsung sekitar dua minggu apabila setiap SPPG merespons dengan cepat.
Namun, durasi tersebut bergantung pada komitmen pengelola dalam melakukan perbaikan.
“Kalau satu hari satu SPPG, berarti sekitar 14 hari bisa selesai. Tapi itu tergantung komitmen pengelola. Semakin cepat diperbaiki, semakin cepat juga bisa kita keluarkan surat layak operasi,” jelas Suwarso.
Ia juga menekankan bahwa idealnya dapur SPPG tidak beroperasi sebelum pengelolaan limbahnya memenuhi ketentuan. Hal ini penting untuk mencegah dampak pencemaran sejak awal.
“Idealnya sebelum keluar persetujuan teknis pengelolaan limbah, tidak beroperasi dulu. Limbah dapur itu aromanya kuat, bisa menyumbat saluran dan mencemari drainase kalau tidak dikelola,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai perizinan IPAL saat SPPG mulai beroperasi, Suwarso mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab belum optimalnya pengelolaan limbah di sejumlah lokasi.
Ia tidak menutup kemungkinan persoalan tersebut disebabkan perizinan yang belum lengkap atau sistem pengolahan limbah yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Masih perlu diidentifikasi lebih jauh. Bisa saja perizinannya belum lengkap, atau instalasinya ada tetapi mengalami kerusakan dan tidak dikelola dengan baik. Ada beberapa kemungkinan,” jelasnya.
Tag



