Titus menilai adanya dugaan kelalaian dalam pelayanan di Puskesmas Batuah.
“Puskesmas adalah tempat pertolongan pertama, apalagi untuk masyarakat yang tinggal jauh di pelosok. Tapi faktanya, saat dibutuhkan, seluruh tabung oksigen kosong. Ada banyak tabung, tapi kosong semua,” kata Titus.
Ia juga menambahkan bahwa ambulans tersedia di puskesmas, namun sopir tidak berada di tempat saat dibutuhkan untuk rujukan ke rumah sakit.
“Anak ini hampir satu jam di puskesmas tanpa penanganan yang tepat. Kalau memang oksigen kosong, kenapa tidak dikontrol dari awal? Kenapa tidak langsung dirujuk cepat ke rumah sakit? Ini yang kami duga sebagai bentuk kelalaian,” tegasnya.
Menurut Titus, pengawasan terhadap fasilitas kesehatan di bawah kewenangan Dinas Kesehatan perlu dievaluasi serius.
Ia menyebut pelayanan publik di bidang kesehatan juga berada dalam pengawasan Ombudsman.
“Kami akan mengambil langkah hukum, melaporkan ke Polres Kutai Kartanegara dan juga ke Dinas Kesehatan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang. Jangan sampai ada lagi korban berikutnya karena oksigen kosong dan tidak ada sopir ambulans,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan dari pihak Puskesmas Batuah maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara terkait insiden tersebut.
Redaksi Arusbawah.co, telah berupaya menghubungi pihak puskesmas Batuah melalui pesan WhatsApp namun hingga kini belum mendapatkan balasan.
(wan)
- Terumbu Karang Kaltim 128 Ribu Hektare: Surga CTI yang Terancam Kapal Kandas dan Krisis Iklim
- PLTSa Samarinda Wajib Lewat Danantara, Skema Lama dengan Investasi Korsel Tak Bisa Lanjut
- Mahkamah Agung Paksa PUPR, Wajib Buka Dokumen Bendungan Sepaku Semoi & Intake Sepaku
- Pemkot Samarinda Beri Bocoran Lanjutan Pembangunan Kawasan Pasar Pagi
Tag




