ARUSBAWAH.CO - Jelang aksi unjuk rasa masyarakat Kaltim pada 21 April mendatang, beberapa struktur di Tim Ahli Gubernur Kaltim mulai memberikan narasi-narasi yang sudah beredar di media sosial.
Setelah sebelumnya, Sudarno, eks kader PDI Perjuangan kini berbaju Golkar, mengomentari posko di area simpang empat Lembuswana, terbaru ada eks pimpinan KPK Bambang Widjojanto yang memberikan respon terkait aksi tanggal 21 April tersebut.
Diketahui, baik Sudarno dan Bambang Widjojanto, keduanya masuk dalam struktur Tim Ahli Gubernur berdasarkan SK Gubernur Kaltim Nomor 100.3.3.1/K.9/2026.
Di SK tersebut, Bambang Widjojanto ditetapkan sebagai Dewan Penasehat, sementara Sudarno ditetapkan sebagai Anggota Bidang Informasi dan Komunikasi Publik.
Terbaru, dalam cuplikan video, Bambang Widjojanto menyebut bahwa gelombang kritik yang muncul belakangan ini bukan sekadar aspirasi murni, melainkan upaya sistematis yang direncanakan untuk mengecoh publik dengan mengemas kepentingan politik tertentu di balik selubung suara rakyat.
"Ada upaya yang direncanakan secara sengaja untuk mengecoh. Seolah-olah ada aspirasi rakyat, tapi nyatanya hanya sisa pertarungan politik 2024 yang belum selesai," katanya.




